Bogasari Perkuat Bisnis Pangan Lewat UMKM, Dorong Nilai Tambah Produk Lokal



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) melalui Divisi Bogasari terus memperkuat strategi bisnisnya dengan membangun ekosistem industri pangan berbasis tepung terigu yang melibatkan jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Perusahaan menilai tepung terigu bukan sekadar bahan baku pangan, tetapi produk antara yang mampu menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Kepala Divisi Bogasari, Franciscus Welirang, mengatakan sekitar 70% pelanggan Bogasari berasal dari segmen UMKM. Karena itu, pengembangan pelaku usaha kecil menjadi bagian penting dari strategi pemasaran sekaligus penguatan industri pangan nasional.


"Melalui tepung terigu, nilai ekonomi produk pertanian lokal Indonesia semakin bertambah," ujar Franciscus dalam siaran pers seperti dikutip Minggu (5/7/2026).

Baca Juga: Pelatihan Olahan Laut dan Kedelai Dorong Nilai Tambah Produk UMKM Pesisir

Menurut dia, industri tepung terigu memiliki peran besar dalam meningkatkan daya saing ekspor sekaligus memperkuat ketahanan pangan. 

Sebagai bahan pangan antara yang tidak dikonsumsi secara langsung, tepung terigu justru menjadi fondasi bagi berkembangnya berbagai industri makanan olahan yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Bogasari juga mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal melalui inovasi produk berbasis terigu. Tepung terigu dinilai memiliki karakter yang fleksibel sehingga mudah dipadukan dengan berbagai komoditas pertanian khas daerah untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Praktik tersebut telah diterapkan oleh berbagai UMKM mitra Bogasari. Di Balikpapan, misalnya, pelaku usaha mengembangkan cake berbahan campuran terigu dan buah salak. 

Di Lombok, UMKM mengolah terigu bersama kacang merah, kacang mente, kopi, dan kacang tanah menjadi beragam kue kering. Sementara di berbagai daerah lain, terigu dipadukan dengan durian menjadi roti durian, buah naga menjadi mi merah, wortel menjadi mi oranye, hingga tepung singkong menjadi roti bagelen.

Untuk memperluas inovasi tersebut, Bogasari mengembangkan program pelatihan melalui Bogasari Baking Center (BBC). 

Baca Juga: Hilirisasi, Kunci untuk Menangkap Nilai Tambah Dalam Negeri

Fasilitas ini memberikan pelatihan kepada UMKM maupun masyarakat yang ingin memulai usaha makanan berbasis tepung terigu, sekaligus mendorong lahirnya produk pangan yang memanfaatkan kekayaan komoditas lokal.

Selain membahas pengembangan industri pangan, Bogasari juga memaparkan penerapan pengelolaan perusahaan yang mencakup proses produksi, pemasaran, hingga komitmen terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan. Perusahaan telah menjalankan sejumlah inisiatif, seperti pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), sistem pemanenan air hujan (rain harvesting), pengelolaan sampah, serta budidaya mangrove.

Paparan tersebut disampaikan dalam kunjungan akademik mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University ke pabrik Bogasari di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (1/7/2026). 

Kunjungan yang berlangsung sekitar tiga jam itu menjadi bagian dari pembelajaran mengenai teori dan praktik manajemen di dunia industri.

Baca Juga: Dukung TKDN, SKK Migas Dorong Penggunaan Pompa Industri Lokal di Sektor Hulu

Rombongan yang terdiri dari tujuh mahasiswa doktoral dan didampingi Jono Mintarto Munandar, berdiskusi langsung dengan jajaran manajemen Bogasari, dipimpin Franciscus Welirang bersama Wakil Kepala Divisi Bogasari Erwin Sudharma, Senior Vice President Manufacturing Bobby Ariyanto, Vice President Human Resources Anwar, serta Manajer Produksi Nyoman Arthadana. 

Selain sesi diskusi, peserta juga meninjau laboratorium, area produksi Mill AB, dan dermaga Bogasari untuk melihat langsung proses operasional perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News