BOJ: Jepang Akan Menghadapi Kenaikan Harga Makanan dan Fasilitas Pemandian Air Panas



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bank of Japan mengungkapkan, Jepang mungkin akan menghadapi putaran kenaikan harga yang luas lagi, yakni sekitar musim panas, karena perusahaan mulai dari produsen makanan hingga fasilitas pemandian air panas, mempertimbangkan untuk meneruskan kenaikan biaya energi akibat konflik di Timur Tengah.

Dengan meninggalkan praktik lama mereka untuk menjaga harga tetap rendah, banyak perusahaan sektor jasa secara bertahap meneruskan kenaikan biaya bahan baku dan tenaga kerja, kata Bank Sentral Jepang dalam sebuah laporan berdasarkan survei perusahaan regional yang dilakukan dari Januari hingga April.

Mengutip Reuters, Jumat (15/5/2026), laporan tersebut menyebutkan bahwa kenaikan biaya energi akibat konflik di Timur Tengah juga mendorong perusahaan untuk mempercepat kenaikan harga sesuai rencana bisnis untuk tahun fiskal yang dimulai pada bulan April.


Baca Juga: Bayar Rp 158 Miliar untuk Makan Siang Bareng Buffett dan Curry, Ini Tujuannya

Beberapa perusahaan telah memutuskan untuk menaikkan harga dengan lebih cepat, termasuk perusahaan di industri makanan, restoran, dan fasilitas pemandian air panas.

"Yang lain mengatakan mereka akan segera memutuskan apakah akan melakukannya. Mengenai waktu spesifiknya, beberapa mengatakan mereka akan memutuskan sekitar musim panas atau setelahnya," kata laporan itu.

Laporan tersebut menggarisbawahi meningkatnya perhatian BOJ terhadap tekanan inflasi yang meningkat dalam perekonomian yang dapat memperkuat alasan untuk kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Menyoroti tekanan biaya yang dihadapi perusahaan, inflasi grosir tahunan mencapai level tertinggi dalam tiga tahun sebesar 4,9% pada bulan April karena perang Iran meningkatkan harga minyak bumi dan barang-barang kimia.

Dibandingkan dengan saat perang Ukraina mendorong kenaikan harga bahan baku pada tahun 2022, perusahaan sektor jasa Jepang menghabiskan lebih sedikit waktu sebelum memutuskan untuk menaikkan harga, demikian laporan tersebut.

Baca Juga: Trump Mulai Kehilangan Kesabaran terhadap Iran, Tekan Teheran Segera Berdamai

"Sebelumnya, perusahaan harus menghabiskan waktu yang signifikan untuk diskusi internal dan negosiasi dengan klien mereka. Beberapa perusahaan mengatakan bahwa kali ini, prosesnya relatif lebih cepat karena mereka telah 'terus menaikkan harga' untuk beberapa waktu," demikian laporan tersebut.