KONTAN.CO.ID - Sebuah boneka berbentuk kuda yang awalnya diproduksi dengan cacat justru mencuri perhatian dan menjadi barang laris di China menjelang Tahun Baru Imlek. Melansir Reuters, Senin (26/1/2026), di Yiwu International Trade City, pasar grosir terbesar di China, para pembeli memadati sebuah kios kecil untuk mencari boneka kuda berbulu merah dengan ekspresi murung. Boneka tersebut memiliki mulut yang menunduk, lonceng emas di lehernya, serta mata yang tampak menghindari tatapan.
Baca Juga: CEO JPMorgan: Perang Dunia III Sudah Dimulai? Ini Dampaknya ke Ekonomi Boneka ini viral di media sosial China menjelang perayaan Festival Musim Semi, yang tahun ini bertepatan dengan Tahun Kuda dalam kalender zodiak China. Warganet menjulukinya sebagai “kuda menangis”. Menariknya, boneka tersebut sejatinya dirancang sebagai dekorasi Imlek dengan wajah ceria. Namun, kesalahan produksi membuat senyumnya terpasang terbalik sehingga tampak sedih. “Seorang pekerja menjahit bagian mulutnya terbalik secara tidak sengaja,” ujar Zhang Huoqing, pemilik toko Happy Sister yang berbasis di Yiwu. Zhang mengatakan, setelah menemukan cacat tersebut, ia sempat menawarkan pengembalian dana kepada pembeli. Namun, boneka itu tidak dikembalikan. Tak lama kemudian, foto-fotonya justru beredar luas di internet. “Banyak orang bercanda bahwa kuda menangis itu menggambarkan wajah saat bekerja, sementara versi tersenyum adalah wajah setelah pulang kerja,” kata Zhang. Melihat lonjakan permintaan, ia pun memutuskan untuk terus memproduksi versi berwajah sedih.
Baca Juga: SM Entertainment Ekspansi Global, Resmikan Akademi K-pop di Singapura Sejumlah pekerja kantoran muda di China mengaku ekspresi muram boneka itu mencerminkan jam kerja panjang dan tekanan di tempat kerja yang mereka alami sehari-hari. Fenomena ini juga sejalan dengan tren “ugly-cute”, yakni mainan dengan tampilan tidak sempurna namun menggemaskan, yang populer dalam beberapa tahun terakhir. Tren tersebut antara lain dipopulerkan oleh karakter Labubu dari Pop Mart. “Hampir semua orang yang datang sekarang menanyakan kuda menangis,” ujar Lou Zhenxian, pedagang mainan musiman di Yiwu yang telah berjualan selama lebih dari 25 tahun. Menjelang sore, stok boneka kuda menangis di luar toko Happy Sister habis terjual, sementara para karyawan bergegas mengisi ulang rak.
“Kami akan terus menjualnya,” kata Zhang. “Kuda menangis ini benar-benar sesuai dengan realitas kehidupan para pekerja modern.”