Booming AI, TSMC Cetak Rekor Pendapatan US$ 39,6 Miliar di Kuartal II



KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), produsen chip kontrak terbesar di dunia, mencatatkan pendapatan kuartal II 2025 yang meningkat tajam seiring tingginya permintaan terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI). 

Pendapatan perusahaan pada periode April hingga Juni naik 36% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi rekor baru sebesar 1,27 triliun dolar Taiwan atau sekitar US$39,62 miliar.

Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan perkiraan analis sebesar 1,264 triliun dolar Taiwan berdasarkan LSEG SmartEstimate yang dihimpun dari 20 analis.


Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup, Harga Emas Merosot Lebih dari 1%

TSMC merupakan pemasok utama chip untuk sejumlah perusahaan teknologi besar dunia, termasuk Nvidia dan Apple. Dalam laporan kinerja sebelumnya pada April, perusahaan memperkirakan pendapatan kuartal kedua berada di kisaran US$ 39 miliar hingga US$ 40,2 miliar. TSMC biasanya menyampaikan proyeksi pendapatannya dalam mata uang dolar AS, bukan dolar Taiwan.

Khusus pada Juni, pendapatan TSMC melonjak 67,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 442,68 miliar dolar Taiwan. Angka tersebut juga meningkat 6,2% dibandingkan bulan sebelumnya. Data pendapatan Juni sebenarnya dijadwalkan dirilis pada Jumat lalu, namun tertunda karena kedatangan Topan Bavi yang menyebabkan pasar keuangan di Taipei ditutup.

Sebagai perusahaan publik dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di Asia, TSMC saat ini memiliki valuasi sekitar US$1,955 triliun. Dalam laporan pendapatan singkatnya, perusahaan tidak memberikan rincian tambahan maupun panduan mengenai prospek bisnis ke depan.

TSMC dijadwalkan menyampaikan laporan keuangan kuartal kedua pada Kamis mendatang. Dalam kesempatan tersebut, perusahaan juga akan memperbarui perkiraan bisnis untuk kuartal berjalan serta rencana hingga akhir tahun.

Analis memperkirakan laba bersih TSMC pada kuartal kedua akan meningkat 58,8% dibandingkan tahun sebelumnya berdasarkan LSEG SmartEstimate.

Saham TSMC yang tercatat di bursa Taipei ditutup naik 1% pada Senin sebelum laporan pendapatan dirilis. Sementara itu, indeks pasar secara keseluruhan bergerak relatif datar. Sepanjang tahun ini, saham TSMC telah naik sekitar 57%, sejalan dengan penguatan pasar secara umum.

Kinerja positif TSMC mencerminkan kuatnya permintaan terhadap chip canggih yang digunakan dalam pengembangan AI, terutama dari perusahaan teknologi besar yang terus meningkatkan investasi pada infrastruktur kecerdasan buatan.

Baca Juga: Uni Eropa Siapkan Sanksi Baru Rusia, 250 Individu dan Entitas Jadi Target