BOPO multifinance semakin melandai



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri pembiayaan makin efisien di tahun 2018 ini. Hal tersebut terlihat dari tren rasio beban operasional berbanding pendapatan operasional (BOPO) yang makin melandai.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, rasio BOPO multifinance per semester pertama 2017 berada di angka 82,24%. Namun per akhir Juni tahun ini, rasio tersebut menurun cukup besar menjadi hanya 80,37%.

Rasio BOPO yang melandai ini seiring makin moncernya pendapatan yang dikantongi oleh pelaku usaha multifinance. Di sisi lain, perusahaan pembiayaan pun terus berupaya menekan kenaikan beban yang harus ditanggung.


Pendapatan operasional multifinance hingga paruh pertama 2018 misalnya tercatat mencapai Rp 51,35 triliun. Jumlah ini mengalami peningkatan setinggi 9% dari periode yang sama di tahun lalu yang mencapai Rp 47 triliun.

Di sisi lain, beban operasional dari industri pembiayaan hanya meningkat setinggi 6,4%. Sampai akhir semester pertama kemarin, beban operasional dari pelaku industri terparkir di angka Rp 41,2 triliun.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menilai tantangan di industri pembiayaan masih cukup besar. "Sehingga pelaku usaha pun harus meningkatkan efektivitas dalam berbisnis," kata dia belum lama ini.

Peningkatan beban sebenarnya terbilang wajar, sejalan dengan potensi peningkatan bisnis yang diincar. Asalkan peningkatan beban tersebut bisa membuahkan pendapatan yang lebih besar.

Selektivitas juga merupakan hal yang penting. Diantaranya dalam pendanaan untuk memperoleh cost of fund yang efisien. Begitu pula dalam penyaluran pembiayaan untuk menjaga kualitas kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Narita Indrastiti