KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Hendra Lembong optimistis perekonomian Indonesia pada 2026 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Optimisme tersebut ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga serta aliran investasi yang dinilai masih cukup solid ke dalam negeri.
Menurut Hendra, struktur ekonomi Indonesia yang ditopang belanja masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan. Ia menilai daya beli masyarakat akan terus berperan sebagai motor penggerak ekonomi sekaligus mendukung prospek pertumbuhan kredit perbankan ke depan.
Baca Juga: BCA Berikan Promo Spesial KPR 1,69% Per Tahun Dalam Gelaran BCA Expoversary 2026 “Indonesia dikenal sebagai negara dengan tingkat konsumsi yang tinggi. Kami optimistis 2026 bisa lebih baik dari 2025, tentu dengan dukungan daya beli masyarakat yang tetap terjaga,” ujarnya dalam rangkaian acara BCA Expoversary di ICE BSD, Tangerang, Kamis (5/2/2026). Hendra juga mengingatkan momentum peningkatan konsumsi menjelang Ramadan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbelanja, baik untuk kebutuhan pribadi maupun keluarga. Aktivitas konsumsi tersebut diharapkan mampu menjaga perputaran ekonomi domestik.
“Daya beli Indonesia itu 52% itu dari menengah ke atas. Kalau menengah ke atas cuma lihat-lihat saja, tidak belanja, ekonomi kita susah naik dari 5%,” katanya. Selain konsumsi domestik, masuknya investasi asing juga dinilai masih cukup kuat dan berpotensi memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. BCA berharap arus investasi tersebut dapat menopang ekspansi dunia usaha serta mendorong permintaan kredit perbankan.
Sejalan dengan optimisme tersebut, BCA melihat prospek pertumbuhan kredit ke depan tetap positif. Bank swasta terbesar di Indonesia ini berharap momentum perayaan ulang tahun melalui BCA Expoversary turut memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi yang lebih dinamis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News