KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) berencana melakukan penambahan modal melalui skema rights issue atau Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II. Aksi korporasi ini ditujukan untuk memperkuat pendanaan pembiayaan sekaligus memenuhi ketentuan free float saham sebesar 15%. Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, kebutuhan penambahan modal sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan perseroan yang masih tinggi. BSI mencatat pertumbuhan pembiayaan sekitar 16%, sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga tetap tumbuh tinggi. Menurut Anggoro, BSI membutuhkan sumber pendanaan yang sehat agar dapat mempertahankan pertumbuhan pembiayaan di kisaran 15% secara berkelanjutan.
Bos BSI (BRIS) Buka Suara Soal Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Penuhi Free Float 15%
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) berencana melakukan penambahan modal melalui skema rights issue atau Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II. Aksi korporasi ini ditujukan untuk memperkuat pendanaan pembiayaan sekaligus memenuhi ketentuan free float saham sebesar 15%. Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, kebutuhan penambahan modal sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan perseroan yang masih tinggi. BSI mencatat pertumbuhan pembiayaan sekitar 16%, sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga tetap tumbuh tinggi. Menurut Anggoro, BSI membutuhkan sumber pendanaan yang sehat agar dapat mempertahankan pertumbuhan pembiayaan di kisaran 15% secara berkelanjutan.
TAG: