Bos BTN Prediksi Likuiditas Lebih Terjaga pada Semester II-2026, Apa Alasannya?



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meski likuiditas pasar mulai ketat, Bank Tabungan Negara (BTN) melihat kondisinya bakal membaik di paruh kedua tahun ini. 

Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu menyebut ada satu katalis penting yang bakal memengaruhi likuiditas pasar dalam waktu dekat, yakni pengaturan dana Badan Layanan Umum (BLU) oleh pemerintah. 

Ia bilang saat ini sudah ada keputusan untuk mengatur agar dana BLU bisa disimpan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan. Nantinya dengan itu, ia memprediksi perang suku bunga deposito antar bank bisa mereda dan persaingan dana jadi lebih longgar. 


Baca Juga: Bank Mandiri Gandeng Pemprov NTT, NTB, dan Bali Tangani Bencana Lewat Mandiri Peduli

“Ini kami lagi nunggu pengaturan mengenai dana-dana BLU, kalau bisa di-keep oleh pemerintah Kementerian Keuangan supaya jadi contoh penurunan suku bunga deposit. Saya dengar sudah ada keputusannya. Kalau itu terjadi, mudah-mudahan suku bunga dana bisa terkontrol,” ungkap Nixon, Jumat (21/8/2026). 

Pasalnya, lanjut Nixon, yang belakangan membuat likuiditas ketat adalah kenaikan suku bunga secara signifikan dalam waktu singkat. Padahal di saat yang sama penyaluran kredit masih masif. Alhasil, likuiditas bank-bank mulai tertekan. 

“Kemarin itu agak lompat-lompat (suku bunga deposit) karena memang tiba-tiba naik semua (suku bunga di pasar). Jadi sangat ketat, sementara kredit masih didorong. Tapi belakangan kan pada mulai slow down (penyaluran kreditnya), realistis sama likuiditas juga,” katanya. 

Kendati begitu, Nixon optimistis penyaluran kredit bakal lanjut melaju begitu persaingan likuiditas mereda dan biaya dana terkontrol. 

Di BTN sendiri, ia bilang pihaknya menjaga pertumbuhan kredit tetap di rentang 10% – 12%. Toh, BTN baru mengakuisisi portofolio kredit SMBC belum lama ini, yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan. 

“Kami sejalan dengan market sekarang, jadi pasti tidak lebih dari 12% dan kurang dari 10% (pertumbuhan kreditnya),” tegas Nixon. 

Baca Juga: Permata Bank Bidik Fee Based Income dari Transaksi Permata KKI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News