KONTAN.CO.ID - Kesuksesan dalam memimpin raksasa bisnis global ternyata tidak selalu bermula dari penemuan teknologi baru atau kemampuan teknis yang mendalam. Jeffrey Sprecher, pendiri sekaligus CEO Intercontinental Exchange (ICE) yang menaungi New York Stock Exchange (NYSE), mengungkapkan bahwa keberhasilannya justru berakar pada kemampuan mengurasi ide orang lain dan mengelilingi diri dengan talenta terbaik. Sprecher, yang memimpin perusahaan dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 98 miliar atau setara Rp 1.643,7 triliun (kurs Rp 16.773 per US$), mengakui bahwa dirinya banyak terinspirasi oleh mendiang pendiri Apple, Steve Jobs.
Strategi Akuisisi dan Skala Bisnis
Sepanjang karier bisnisnya, Sprecher telah memimpin sekitar 50 akuisisi perusahaan. Strategi utamanya adalah mengambil alih kerja keras dan pengorbanan yang telah dilakukan pengusaha lain, lalu mengembangkannya ke skala yang lebih besar. Pendekatan ini dinilai jauh lebih efektif daripada membangun segala sesuatunya dari titik nol. Sejarah mencatat kesuksesan Sprecher bermula pada akhir tahun 1990-an ketika ia membeli platform perdagangan elektronik yang nyaris bangkrut dari MidAmerican Energy milik Warren Buffett. Nilai akuisisi saat itu hanya sebesar US$ 1.000, yang jika dikonversi dengan kurs hari ini bernilai sekitar Rp 16,77 juta. Kini, platform tersebut telah bertransformasi menjadi Intercontinental Exchange. Melansir dari Yahoo Finance, perusahaan tersebut saat ini mempekerjakan lebih dari 12.000 staf dan telah menjadi pemilik sah dari Bursa Saham New York selama lebih dari satu dekade. Sprecher menekankan bahwa perannya adalah membuang ide-ide yang tidak produktif dan merangkul ide yang cemerlang. Hal inilah yang pada akhirnya membuat seorang pemimpin terlihat cerdas karena mampu mensinergikan berbagai pemikiran hebat menjadi satu kekuatan bisnis.Pentingnya Lingkaran Profesional yang Berkualitas
Prinsip mengelilingi diri dengan orang-orang hebat juga diamini oleh tokoh bisnis dunia lainnya. Steve Jobs sendiri pernah menyatakan pada tahun 1992 bahwa tidak masuk akal jika perusahaan merekrut orang pintar hanya untuk didikte apa yang harus mereka lakukan. Sebaliknya, perusahaan merekrut orang pintar agar mereka bisa memberikan arahan terbaik kepada perusahaan. Senada dengan hal tersebut, investor legendaris Warren Buffett memberikan saran serupa mengenai kunci kesuksesan jangka panjang. Dikutip dari Yahoo Finance, Buffett menyarankan agar setiap orang bergaul dengan individu yang memiliki kemampuan atau perilaku lebih baik dari diri mereka sendiri agar dapat ikut berkembang ke arah yang sama. Beberapa poin penting dari filosofi kepemimpinan para CEO sukses meliputi:- Memilih rekan bisnis yang memiliki perilaku dan integritas lebih tinggi agar dapat memberikan pengaruh positif pada pola pikir.
- Memberikan ruang bagi talenta berbakat untuk mengambil keputusan strategis daripada melakukan mikromanajemen.
- Membangun koneksi yang kuat untuk memperluas wawasan dan peluang karier melalui jaringan orang-orang berprestasi.