Bos CONCACAF Dikabarkan Siap Tantang Gianni Infantino dalam Pemilihan Presiden FIFA



KONTAN.CO.ID - Presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) Victor Montagliani dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menantang Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.

Mengutip laporan The i Paper pada Jumat (31/7/2026), yang mengutip sejumlah sumber, Montagliani disebut mulai mengambil langkah-langkah awal menuju pencalonannya.

Baca Juga: Data WGC, Minat Investor ASEAN Investasi Emas Batangan dan Koin Emas Tumbuh


Laporan tersebut muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap kepemimpinan Infantino.

Presiden FIFA itu menghadapi tantangan paling signifikan sejak menjabat setelah usulan FIFA untuk menjual sebagian kepemilikan pada entitas yang terkait dengan Piala Dunia mendapat penolakan dari sejumlah konfederasi regional.

Pada April lalu, Infantino menyatakan akan mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat. Pemilihan Presiden FIFA untuk periode 2027–2031 dijadwalkan berlangsung di Maroko pada 18 Maret 2027.

Selama ini, Infantino dikenal memperoleh dukungan kuat dari berbagai federasi nasional.

Baca Juga: Bursa Global Bersiap Catat Kenaikan Mingguan, Microsoft Pulihkan Optimisme Sektor AI

Namun, rencana pembentukan anak usaha senilai US$20 miliar yang berkaitan dengan penyelenggaraan Piala Dunia disebut mulai mengubah sikap sebagian pemangku kepentingan sepak bola.

Reuters telah menghubungi CONCACAF untuk meminta tanggapan terkait laporan tersebut.

Dalam pertemuan yang digelar Kamis (30/7), 41 asosiasi anggota CONCACAF menolak proposal FIFA tersebut. Meski demikian, mereka belum mengikuti seruan UEFA untuk melakukan boikot.

Sementara itu, Mexican Football Federation (FMF) menyatakan masih akan mempelajari proposal tersebut sebelum menentukan sikap resminya.

Baca Juga: Laba IAG Turun 16% akibat Perang Iran, Target Kapasitas Penerbangan Dipangkas

Dalam pernyataannya, CONCACAF menyebut para anggotanya menyampaikan "keprihatinan mendalam" terhadap minimnya proses yang semestinya dijalankan, tenggat waktu yang dinilai terlalu singkat, serta tidak adanya peninjauan maupun persetujuan dari badan tata kelola FIFA yang berwenang sebelum proposal diajukan.