Bos Goldman Sachs David Solomon Jadi CEO dengan Bayaran Tertinggi di Wall Street



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. CEO Goldman Sachs David Solomon menjadi salah satu eksekutif Wall Street dengan bayaran tertinggi.

Goldman Sachs menyebutkan pada Jumat (23/1/2026), total kompensasi tahunan CEO David Solomon naik 20,5% menjadi US$ 47 juta untuk tahun 2025 setelah tahun yang kuat bagi bank tersebut. Ini menjadikan Solomon salah satu kepala eksekutif dengan bayaran tertinggi di Wall Street.

Kompensasi Solomon melampaui paket gaji CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon sebesar US$ 43 juta yang diumumkan pada Kamis (22/1/2026), yang naik 10%.


Seperti dikutip Reuters, kompensasi Solomon sebagai kepala salah satu bank Wall Street paling terkemuka di AS mencakup gaji pokok sebesar US$ 2 juta dan kompensasi variabel tahunan senilai US$ 45 juta.

Ia dibayar US$ 31 juta pada tahun 2023 dan US$ 39 juta pada tahun 2024.

Baca Juga: China Perluas Akses Pasar Berjangka untuk Investor Asing, Tambah 14 Produk Baru

Goldman menutup tahun yang kuat dengan hasil kuartal keempatnya minggu lalu. Labanya melampaui ekspektasi Wall Street, didorong lonjakan dalam pembuatan kesepakatan dan perdagangan.

Goldman memberikan nasihat tentang beberapa merger besar pada tahun 2025, termasuk pembelian dengan leverage senilai US$ 56,5 miliar atas Electronic Arts dan akuisisi Alphabet senilai US$ 32 miliar atas perusahaan keamanan cloud Wiz.

Bank tersebut juga menjadi penjamin emisi utama dalam IPO raksasa pemasok peralatan medis Medline pada kuartal keempat, yang merupakan pencatatan saham terbesar secara global pada tahun 2025.

Kesepakatan-kesepakatan besar ini membantu Goldman Sachs mengamankan posisi teratas sekali lagi untuk M&A global pada tahun 2025. Goldman memberikan jasa penasihat dengan total volume kesepakatan senilai US$ 1,48 triliun dan meraup US$ 4,6 miliar dalam bentuk biaya.

Bank tersebut juga menyatakan optimisme untuk perbankan investasi pada tahun 2026, sebuah perkembangan yang menjanjikan bagi bank tersebut.

Sikap regulasi yang lebih akomodatif di bawah Presiden AS Donald Trump, ditambah dengan suku bunga yang lebih rendah dan likuiditas yang melimpah, telah mendorong Goldman Sachs untuk meningkatkan aktivitas kesepakatan. Hal ini telah membantu bank investasi seperti Goldman Sachs meraup keuntungan.

Di bawah kepemimpinan Solomon, yang pernah ditolak oleh Goldman setelah lulus kuliah, harga saham Goldman Sachs naik 53,5% pada tahun 2025, mengungguli indeks pasar yang lebih luas dan sebagian besar pesaingnya di sektor perbankan.

Ia bergabung dengan bank tersebut sebagai mitra pada tahun 1999 setelah meninggalkan Bear Stearns dan naik pangkat hingga akhirnya menggantikan Lloyd Blankfein, yang memimpin Goldman melewati krisis keuangan 2008 dan dampaknya.

Baca Juga: Investor Besar Eropa Utara Tinjau Ulang Aset AS, Risiko Geopolitik Meningkat

Solomon, 64 tahun, diangkat sebagai bos tertinggi Goldman Sachs pada tahun 2018.

Bank tersebut menunjuk Presiden dan Kepala Operasi John Waldron ke dewan direksinya sebulan setelah memberinya bonus retensi tahun 2025, memperkuat statusnya sebagai calon pengganti Solomon.

Waldron bergabung dengan Solomon sebagai anggota kedua komite manajemen yang mendapatkan kursi di dewan direksi.

Selanjutnya: Cuaca Sumsel Sabtu (24/1): Ini Wilayah yang Wajib Waspada Hujan Lebat!

Menarik Dibaca: 9 Khasiat Konsumsi Buah Naga untuk Kesehatan Tubuh yang Tak Banyak Diketahui