KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gejolak geopolitik di Timur Tengah yang memicu penutupan Selat Hormuz dalam beberapa bulan terakhir mulai menekan industri baja nasional. Emiten baja pelar merah, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menjadi salah satu pihak yang terdampak langsung akibat tersendatnya jalur distribusi bahan baku. Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan mengungkapkan, sekitar 300.000 ton bahan baku baja perusahaan saat ini tertahan di jalur pelayaran internasional tersebut. Kondisi ini terjadi karena ketergantungan perusahaan terhadap pasokan impor.
Bos Krakatau Steel (KRAS) Ungkap 300.000 Ton Bahan Baku Tertahan di Selat Hormuz
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gejolak geopolitik di Timur Tengah yang memicu penutupan Selat Hormuz dalam beberapa bulan terakhir mulai menekan industri baja nasional. Emiten baja pelar merah, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menjadi salah satu pihak yang terdampak langsung akibat tersendatnya jalur distribusi bahan baku. Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan mengungkapkan, sekitar 300.000 ton bahan baku baja perusahaan saat ini tertahan di jalur pelayaran internasional tersebut. Kondisi ini terjadi karena ketergantungan perusahaan terhadap pasokan impor.