Bos LVMH Bernard Arnault Bantah Isu Konflik Suksesi Keluarga



KONTAN.CO.ID - Chairman sekaligus miliarder pemilik grup barang mewah LVMH, Bernard Arnault, membantah laporan media yang menyebut keluarganya tengah terlibat persaingan sengit dalam perebutan suksesi kepemimpinan perusahaan.

Dalam pernyataan terbuka yang diunggah di platform X pada Senin (27/7/2026), Arnault menegaskan keluarganya tetap solid dan menyebut berbagai laporan mengenai konflik antar anak-anaknya sebagai narasi yang tidak sesuai kenyataan.

Baca Juga: Harga Minyak Mendekati Level Terendah Sepekan Pasca AS dan Iran Hentikan Pertempuran


Para investor selama ini menantikan kejelasan mengenai siapa yang akan menggantikan Arnault yang kini berusia 77 tahun.

Setelah hampir empat dekade memimpin LVMH, belum ada nama penerus yang diumumkan secara resmi.

Sejumlah analis bahkan menilai ketidakjelasan rencana suksesi mulai menjadi salah satu risiko bagi perusahaan.

Meski demikian, Arnault belum menunjukkan tanda-tanda akan mundur dari jabatannya sebagai pemimpin grup barang mewah bernilai sekitar 230 miliar euro (setara US$262 miliar) yang membawahi merek-merek ternama seperti Louis Vuitton, Dior, dan Tiffany & Co.

Menanggapi serangkaian laporan harian Prancis Le Monde, Arnault menepis anggapan adanya perpecahan di dalam keluarganya.

Baca Juga: Drone Serang Arab Saudi, Yordania, dan Irak Setelah AS Hentikan Serangan ke Iran

"Dalam keluarga Arnault, seolah-olah tidak ada diskusi, yang ada hanya intrik; tidak ada musyawarah, yang ada hanya persaingan. Itu hanya cocok menjadi cerita novel," tulis Arnault.

Ia menambahkan, kenyataan yang terjadi justru berbeda. Menurutnya, kelima anaknya menjalankan bisnis, membangun tim, mengambil keputusan, dan tetap menjalin hubungan baik sebagai keluarga.

"Di dunia nyata, anak-anak saya memimpin berbagai House, membangun tim, mengambil keputusan, dan meski terdengar mengejutkan bagi sebagian orang mereka saling menelepon setiap hari Minggu," ujarnya, merujuk pada berbagai merek yang berada di bawah naungan LVMH.

"Apa yang bagi keluarga biasa disebut hari Minggu, bagi kami justru dianggap sebagai sebuah konspirasi," tambahnya.

Baca Juga: Netanyahu Bertolak ke Washington, Bahas Iran dan Perdamaian Timur Tengah dengan Trump

Laporan Le Monde sebelumnya juga menyoroti besarnya pengaruh Arnault melalui kepemilikan media, kedekatannya dengan kalangan politik, serta hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Setelah unggahan tersebut dipublikasikan melalui akun resmi LVMH dan mendapat banyak respons, Arnault kembali menyampaikan pesan melalui akun pribadinya yang baru dibuat. Ia mengaku tersentuh atas berbagai dukungan yang diterimanya.

Kelima anak Arnault, yakni Delphine dan Antoine Arnault dari pernikahan pertamanya, serta Alexandre, Frédéric, dan Jean Arnault dari pernikahan keduanya, saat ini sama-sama menduduki posisi senior di dalam grup LVMH.

Pada tahun lalu, LVMH menaikkan batas usia maksimal bagi ketua dan chief executive officer (CEO) menjadi 85 tahun.

Baca Juga: Presiden FIFA Balas Kritik Piala Dunia: Kalian Terlalu Sibuk Membenci

Saat ditanya mengenai suksesi dalam rapat umum pemegang saham pada April lalu, Arnault meminta pertanyaan tersebut diajukan kembali dalam tujuh hingga delapan tahun mendatang.

Arnault berharap pernyataannya dapat meredam spekulasi mengenai konflik keluarga yang menurutnya hanya dimanfaatkan untuk menarik perhatian publik.

"Saya berharap mereka yang bertaruh pada perpecahan keluarga kami demi menjual surat kabar harus menunggu sangat lama," tutup Arnault.