Bos Minyak Ini Ingatkan Cadangan Penyangga Pasokan Energi Dunia Telah Terkuras



KONTAN.CO.ID - ABU DHABI. Dunia telah menguras cadangan penyangga pasokan energinya dengan mengeluarkan hampir 1 miliar barel minyak dari persediaan global, menyusul perang AS-Israel melawan Iran yang mengganggu pelayaran melalui Selat Hormuz. Hal ini diungkap CEO perusahaan minyak milik negara Abu Dhabi, ADNOC.

"Stok diesel di beberapa wilayah berada pada level terendah dalam 35 tahun untuk periode musim ini, sementara wilayah lain menghadapi kesenjangan pasokan LNG sebesar 600 miliar kaki kubik," kata CEO ADNOC Sultan Al Jaber dalam konferensi ADIPEC di Uni Emirat Arab, Senin (2/11/2026) seperti dikutip Reuters.

Harga diesel di banyak pasar telah melonjak ke rekor tertinggi akibat gangguan pasokan selama masa perang, yang memicu ancaman inflasi serta kenaikan biaya hidup bagi pemerintah maupun konsumen.


"Kita memerlukan perluasan penyimpanan strategis, stok produk yang lebih besar, serta kapasitas penyulingan yang fleksibel dan lebih dekat dengan pasar konsumen," ujar Al Jaber. "Infrastruktur harus dibangun sebelum dibutuhkan, dengan didukung oleh sistem logistik yang canggih."

Baca Juga: Selisih US$ 250, Negeri Tetangga Ini Diprediksi Kalahkan PDB Per Kapita Indonesia

Biaya pengiriman dan logistik kini telah meningkat hingga mencapai 30% dari harga per barel, naik dari 5% sebelum perang dengan Iran terjadi, kata Al Jaber.

Harga minyak mentah acuan internasional, Brent, diperdagangkan di kisaran US$ 110 per barel—naik sekitar 50% dibandingkan bulan Februari, tepat sebelum perang dimulai.

Bulan lalu, Badan Energi Internasional (IEA) sepakat untuk melepas lebih dari 20 juta barel diesel ke pasar, ditambah sisa minyak dari cadangan darurat dalam jumlah rekor yang dijanjikan pada bulan Maret, guna meningkatkan pasokan dan meredam lonjakan harga.

Amin Nasser, CEO perusahaan minyak milik negara Arab Saudi, Saudi Aramco, menyatakan bulan lalu bahwa persediaan komersial yang tersisa kini kurang dari 6 miliar barel, dengan sebagian besar di antaranya tidak benar-benar tersedia untuk digunakan.

Baca Juga: Gemerlap AI Memudar, Aktivitas Manufaktur Sejumlah Negara Asia Melambat