Bos MU, Sir Jim Ratcliffe, Minta Maaf Usai Sebut Inggris Dikolonisasi Imigran



KONTAN.CO.ID - Miliarder Inggris, Sir Jim Ratcliffe, akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah ucapannya yang menyebut Inggris “dikolonisasi oleh imigran” memicu gelombang kritik dari kalangan politik hingga publik.

Pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan dalam wawancara dengan media dan langsung menuai reaksi keras, termasuk dari Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Ratcliffe mengakui bahwa pilihan kata yang ia gunakan telah menyinggung sebagian masyarakat di Inggris maupun Eropa.


Di sisi lain, ia menegaskan bahwa isu imigrasi tetap penting untuk dibahas secara terbuka, khususnya terkait dampaknya terhadap ekonomi.

Baca Juga: Profil Lengkap Alexei Miller, Bos Gazprom di Tengah Krisis Gas

Mengaku Salah, Enggan Tarik Pernyataan

Dikutip Reuters dari rilis perusahaan kimia miliknya, INEOS, Ratcliffe mengatakan penyesalannya atas kontroversi yang muncul.

Ia menekankan bahwa yang ia sesalkan adalah penggunaan bahasa, bukan urgensi pembahasan soal migrasi.

Menurutnya, kebijakan imigrasi harus dikelola secara terkontrol dan selaras dengan investasi pada keterampilan tenaga kerja, industri, serta penciptaan lapangan pekerjaan.

Juru bicara Starmer menyatakan, permintaan maaf tersebut memang tepat dilakukan. Namun, ketika ditanya apakah penyesalan atas “kata-kata” saja sudah cukup, pemerintah menyerahkan penilaian publik kepada Ratcliffe sendiri.

Baca Juga: Jejak Roman Abramovich, Oligarki Rusia yang Mengubah Chelsea Jadi Raksasa

Imigrasi dan Beban Ekonomi

Kontroversi bermula dari wawancara Ratcliffe yang menyebut tingginya jumlah penerima tunjangan sosial dan arus migrasi besar sebagai faktor yang membebani ekonomi Inggris.

Ia mengatakan, negara tidak dapat memiliki ekonomi yang kuat jika jutaan orang bergantung pada bantuan sosial sementara jumlah imigran terus meningkat.

Komentar paling kontroversial muncul ketika ia menyebut Inggris telah “dikolonisasi oleh imigran” dan hal tersebut dinilai terlalu mahal secara ekonomi.

Pernyataan tersebut langsung menuai kecaman luas. Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves menyebutnya “tidak dapat diterima” bahkan “menjijikkan”.

Baca Juga: Profil Zhang Yong, Pendiri Haidilao yang Masuk Daftar Orang Terkaya Singapura

Kritik dari Klub, Politikus, dan Kelompok Suporter

Reaksi keras juga datang dari kelompok suporter Manchester United, klub sepak bola yang sebagian sahamnya dimiliki Ratcliffe.

Muslim Supporters Club menyatakan istilah “dikolonisasi” kerap digunakan kelompok ekstrem kanan untuk menggambarkan migran sebagai penyerbu.

Mereka menilai bahasa publik dari figur berpengaruh dapat membentuk perilaku masyarakat dan berisiko memperdalam perpecahan sosial.

Sejumlah pihak juga menyoroti ironi bahwa skuad utama Manchester United justru didominasi pemain dan staf internasional. Ratcliffe sendiri turut dikritik karena tinggal di Monako yang dikenal sebagai surga pajak.

Klub Manchester United menegaskan komitmennya sebagai organisasi yang inklusif dan terbuka bagi semua kalangan. Mereka menyebut keberagaman pemain, staf, dan penggemar mencerminkan sejarah kota Manchester sebagai tempat yang dapat menjadi rumah bagi siapa saja.

Wali Kota Greater Manchester Andy Burnham bahkan menyebut komentar Ratcliffe bersifat provokatif dan seharusnya ditarik kembali.

Baca Juga: Profil Alice Walton: Pewaris Walmart yang Jadi Perempuan Terkaya Dunia

Selanjutnya: Ada Kewajiban Spin Off UUS, Avrist Assurance Masih Kaji Berbagai Opsi yang Pas

Menarik Dibaca: Diskon Besar Promo KA99ET Bank Saqu Februari, Hop Hop hingga HokBen Cuma Rp 9.900

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News