Bos Netflix ke Gedung Putih, Bahas Akuisisi Warner Bros Discovery & Tuntutan Trump



KONTAN.CO.ID -  Industri hiburan dunia sedang menyoroti langkah besar Netflix dalam upaya memperkuat posisi pasarnya melalui akuisisi aset-aset raksasa.

Co-CEO Netflix, Ted Sarandos, dijadwalkan menghadiri pertemuan di Gedung Putih pada hari Kamis waktu setempat. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas tawaran akuisisi terhadap aset Warner Bros Discovery yang kini sedang dalam pengawasan ketat.

Selain urusan bisnis, pertemuan tersebut juga berlangsung di tengah ketegangan politik menyusul permintaan Presiden Donald Trump agar Netflix memecat salah satu anggota dewannya, Susan Rice.


Baca Juga: Direktur FBI Kash Patel: Telepon Saya Disita Diam-Diam di Era Biden

Berdasarkan laporan Politico yang dibagikan oleh Reuters, agenda Sarandos di Washington menjadi titik krusial bagi masa depan kesepakatan bernilai fantastis ini.

Kunjungan ini dilakukan setelah munculnya berbagai tekanan, baik dari sisi persaingan usaha antar-perusahaan media maupun dinamika politik di internal pemerintah Amerika Serikat.

Detail Penawaran: Persaingan Sengit Netflix dan Paramount

Berdasarkan informasi dari Reuters, Netflix telah mengajukan tawaran senilai US$ 27,75 per saham atau total US$ 82,7 miliar untuk mengambil alih studio produksi serta aset streaming milik Warner Bros Discovery.

Jika dikonversi dengan kurs Rp 16.777 per US$, nilai transaksi tersebut menembus angka Rp 1.387,4 triliun. Fokus utama Netflix adalah memperkuat pustaka konten mereka melalui infrastruktur produksi yang dimiliki oleh Warner Bros.

Namun, posisi Netflix kini terancam oleh langkah rivalnya, Paramount. Mengutip laporan Reuters, Paramount telah meningkatkan eskalasi persaingan pada hari Senin dengan memberikan penawaran yang lebih tinggi, yaitu US$ 31 per saham.

Berbeda dengan Netflix yang mengincar aset tertentu, Paramount menawarkan diri untuk mengakuisisi seluruh unit perusahaan Warner Bros Discovery secara utuh.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump memberikan tekanan tambahan melalui media sosial Truth Social. Trump mendesak Netflix agar segera memecat Susan Rice dari jajaran dewan direksi.

Tuntutan ini bermula dari pernyataan Rice yang menyebut bahwa korporasi yang dianggap terlalu tunduk pada Trump bisa menghadapi konsekuensi jika Partai Demokrat kembali berkuasa.

Trump bahkan mengeluarkan peringatan keras agar Netflix memecat Rice "secepatnya" atau harus menanggung konsekuensi terhadap keberlangsungan bisnis mereka.

Tonton: Drama MA di Pidato Politik Presiden AS Donald Trump 2026

Proses Peninjauan oleh Departemen Kehakiman

Saat ini, nasib kesepakatan tersebut berada di tangan otoritas berwenang. Berikut adalah beberapa poin teknis terkait proses peninjauan akuisisi ini:

  • Tinjauan Antimonopoli: Divisi Antimonopoli Departemen Kehakiman (DOJ) saat ini sedang meninjau secara mendalam proposal transaksi dari Netflix serta tawaran bersaing dari Paramount.
  • Kepemimpinan Divisi: Adanya pengunduran diri kepala divisi antimonopoli dalam waktu dekat menciptakan ketidakpastian mengenai arah penegakan hukum terhadap kasus-kasus merger besar.
  • Latar Belakang Persaingan: CEO Paramount, David Ellison, merupakan putra dari Larry Ellison, pendiri Oracle yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Presiden Trump. Hal ini menambah dimensi baru dalam persaingan lobi di tingkat pemerintahan.
  • Status Peninjauan: Trump sempat menyatakan pada awal bulan ini bahwa ia akan membiarkan Departemen Kehakiman menangani masalah Warner Bros secara mandiri, meskipun sebelumnya ia mengisyaratkan akan terlibat langsung dalam proses peninjauan kesepakatan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Netflix belum memberikan komentar resmi terkait agenda pertemuan Sarandos di Gedung Putih maupun tuntutan pemecatan Susan Rice.

Belum dipastikan juga apakah Sarandos akan bertemu langsung dengan Presiden Trump dalam kunjungan tersebut.

Pertemuan di Gedung Putih ini diharapkan dapat memberikan titik terang bagi Netflix dalam menghadapi hambatan akuisisi dan tekanan politik yang datang secara bersamaan.

Jika berhasil, penggabungan ini akan menjadi salah satu transaksi terbesar dalam sejarah industri media dan teknologi dunia.

Selanjutnya: Peringatan Keras IMF: Defisit AS Makin Lebar, Stabilitas Global Terancam

Menarik Dibaca: IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat, Cek Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Kamis (26/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News