KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kepala Starbucks Korea, Sohn Jeong-hyun, dipecat setelah kampanye pemasaran bertajuk Tank Day memicu kemarahan publik karena dinilai menyentuh luka lama terkait penumpasan berdarah terhadap gerakan pro-demokrasi di Gwangju pada 1980. Shinsegae Group, konglomerat ritel yang memegang lisensi dan mengelola Starbucks di Korea Selatan, menyebut pemecatan itu dilakukan karena Sohn menjalankan "pemasaran yang tidak pantas.: Keputusan tersebut diambil hanya beberapa jam setelah Starbucks meluncurkan kampanye Tank Day pada Senin untuk mempromosikan lini tumbler bertajuk “Tank” dengan slogan berbunyi, "put it on the table with a sound of ‘Tak!’" Masalahnya, hari peluncuran kampanye itu bertepatan dengan Democratisation Movement Day, peringatan atas Pemberontakan Gwangju pada Mei 1980. Momen tersebut memantik reaksi keras karena dianggap tidak sensitif terhadap sejarah kelam Korea Selatan.
Bos Starbucks Korsel Dipecat Usai Pomosi 'Tank Day' Picu Kemarahan Publik
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kepala Starbucks Korea, Sohn Jeong-hyun, dipecat setelah kampanye pemasaran bertajuk Tank Day memicu kemarahan publik karena dinilai menyentuh luka lama terkait penumpasan berdarah terhadap gerakan pro-demokrasi di Gwangju pada 1980. Shinsegae Group, konglomerat ritel yang memegang lisensi dan mengelola Starbucks di Korea Selatan, menyebut pemecatan itu dilakukan karena Sohn menjalankan "pemasaran yang tidak pantas.: Keputusan tersebut diambil hanya beberapa jam setelah Starbucks meluncurkan kampanye Tank Day pada Senin untuk mempromosikan lini tumbler bertajuk “Tank” dengan slogan berbunyi, "put it on the table with a sound of ‘Tak!’" Masalahnya, hari peluncuran kampanye itu bertepatan dengan Democratisation Movement Day, peringatan atas Pemberontakan Gwangju pada Mei 1980. Momen tersebut memantik reaksi keras karena dianggap tidak sensitif terhadap sejarah kelam Korea Selatan.
TAG: