Bos TRIV dan Andry Hakim Masuk, Saham Guna Raya (TRUK) Melesat Ratusan Persen



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) masih berada dalam tren penguatan. Pada perdagangan Selasa (22/9) pukul 14:57 WIB, TRUK parkir di level Rp 1.715 per saham atau menguat 9,94% dibanding penutupan hari sebelumnya. 

Dalam sepekan terakhir saham emiten transportasi dan logistik ini sudah melesat 59,53%. JIka ditarik lebih jauh lagi, saham TRUK sudah melesat 220,56% sepanjang tahun berjalan ini. Dalam setahun terakhir, TRUK sudah melonjak 306,40%. 

Penguatan saham TRUK terjadi seiring dengan perubahan komposisi pemegang sahamnya. Di mana, Gabriel Rey dan Andri Hakim mencaplok 20% saham TRUK yang dimiliki Catur Dharma Anugerah. 


Baca Juga: Yield US Treasury Naik, Bagaimana Efeknya ke Pasar SBN?

Dalam transaksi pada 18 September 2026, Gabriel Rey, pendiri sekaligus CEO TRIV itu menguasai 15% saham TRUK melalui PT Pukul Rata Kanan. Sementara, Andry Hakim menguasai 5% saham TRUK lewat PT Hakimson Growth Capital. 

Melansir keterbukaan informasi yang dirilis pada Selasa (22/9), PT Pukul Rata Kanan tercatat melakukan dua kali. Transaksi pertama terjadi atas 65,25 juta saham TRUK di harga Rp 428 per saham. 

Kemudian transaksi kedua dilakukan PT Pukul Rata Kanan di harga Rp 428 per saham atas 87 juta saham TRUK. Alhasil, perusahaan kendaraan Gabriel Rey ini menggelontorkan anggaran Rp 65,16 miliar.  

Sementara, Andry Hakim lelaui PT Hakimson Growth Capital membeli sekitar 21,75 juta saham dengan hak suara multiple TRUK di harga Rp 428 per saham. Transaksi ini mencapai Rp 9,39 miliar. 

Masuknya Gabriel dan Andry menambah daftar pemegang saham signifikan TRUK yang sebelumnya juga telah diisi oleh sejumlah nama dan entitas lain. Seperti, PT Guna Makmur Raya sebesar 109,48 juta saham atau 25,17%. 

Nama Suminto Husin Giman, Suganto Gunawan, dan Suwito masing-masing menggenggam 21,75 juta saham atau setara dengan 5%. Direktur Utama TRUK Budi Gunawan dan komisaris utamanya, Carolina Kusuma masing-masing memiliki 21,75 juta saham atau 5%. 

Menilik kinerja per Juni 2026, TRUK meraup pendapatan sebesar Rp 19,42 miliar. Dari sisi bottom line, TRUK masih membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 3,75 miliar. 

Baca Juga: Bitcoin Tembus US$ 85.000, Ether Ikut Menguat di Tengah Sentimen Risk-On

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News