KONTAN.CO.ID - Masa jabatan Sergio Ermotti sebagai Chief Executive Officer (CEO) UBS Group AG berpotensi diperpanjang hingga paruh kedua tahun 2027. Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas raksasa perbankan asal Swiss tersebut di tengah proses integrasi Credit Suisse dan ketidakpastian regulasi perbankan yang sedang digodok otoritas setempat. Dilansir dari Reuters pada Rabu (15/4), dewan direksi UBS kini mulai membuka diri terhadap kemungkinan merekrut kandidat eksternal untuk menggantikan Ermotti.
Ketidakpastian Regulasi dan Modal
Salah satu alasan utama potensi perpanjangan masa jabatan Ermotti adalah kebutuhan akan kejelasan tuntutan modal yang harus dipenuhi UBS. Pemerintah Swiss saat ini tengah memperketat aturan perbankan pasca jatuhnya Credit Suisse tahun lalu. Regulasi baru ini diperkirakan dapat memaksa UBS untuk memegang tambahan modal hingga US$22 miliar. Dewan direksi UBS menginginkan masalah regulasi ini selesai sebelum CEO baru mulai menjabat. Jika aturan yang ditetapkan pemerintah Swiss dianggap terlalu memberatkan dan mengancam daya saing bank di kancah global, UBS dikabarkan telah menyiapkan rencana darurat. Beberapa poin terkait tantangan regulasi ini antara lain:- Ketidakpastian jumlah modal tambahan yang harus disetor oleh UBS sesuai aturan baru.
- Kekhawatiran akan penurunan daya saing UBS dibandingkan bank-bank internasional lainnya.
Pencarian Suksesor dan Transisi Kepemimpinan
Sergio Ermotti yang saat ini berusia 65 tahun sebenarnya telah menyatakan kesediaannya untuk tetap memimpin setidaknya hingga April 2027. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa proses transisi bisa mundur lebih jauh untuk memberikan waktu bagi dewan direksi dalam mengembangkan kandidat internal atau memantapkan pilihan pada kandidat eksternal. Tonton: Skandal FH UI 27 Korban Dugaan Pelecehan Seksual Terungkap Berikut adalah beberapa detail mengenai rencana suksesi kepemimpinan di UBS:- Kriteria Kewarganegaraan: UBS menginginkan setidaknya satu dari dua posisi teratas (CEO atau Chairman) dipegang oleh warga negara Swiss. Ermotti memenuhi kriteria ini sebagai warga negara Swiss.
- Opsi Jabatan Chairman: Ermotti dikabarkan siap untuk menempati posisi Chairman setelah masa jabatannya sebagai CEO berakhir.
- Masa Tenang (Cooling-off Period): Berdasarkan aturan FINMA (regulator keuangan Swiss), biasanya terdapat masa tenang minimal 12 bulan sebelum seorang CEO bisa menjabat sebagai Chairman, meski dalam kondisi tertentu transisi bisa dilakukan lebih cepat ke jajaran dewan direksi.
- Penyelesaian Integrasi: Target awal penyelesaian integrasi penuh Credit Suisse diperkirakan terjadi pada akhir 2026 atau awal 2027.