Bosowa berpeluang menambah kepemilikan di Bukopin



JAKARTA. Bosowa Corporindo berkomitmen mendukung ekspansi bisnis Bank Bukopin. Korporasi yang berbasis di Sulawesi Selatan ini siap mengeksekusi haknya dalam penawaran umum terbatas atau rights issue Bukopin.

"Kami sudah menyiapkan dana Rp 300 miliar untuk mempertahankan kepemilikan saham di Bukopin sekitar 14%," ungkap Direktur Bosowa Corporindo Sadikin Aksa, Rabu (20/11).

Namun, informasi yang diterima KONTAN menyebutkan, Bosowa memiliki opsi untuk menambah kepemilikan 2% menjadi 16% dalam rights issue Bukopin. Dengan catatan, ada pemegang saham lama yang tidak mengeksekusi haknya. Terkait opsi menambah saham, Sadikin belum bisa dimintai konfirmasinya hingga tadi malam.


Peluang Bosowa menambah kepemilikan saham lewat rights issue memang cukup terbuka. Sebab, Bosowa bersama pemegang saham Bukopin lainnya, yakni Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo), bertindak sebagai pembeli siaga dalam hajatan rights issue tersebut.

Dari aksi ini, Bank Bukopin bakal meraup dana segar Rp 1,8 triliun. Dengan menyerap dana dari pasar, Bukopin ingin memperkuat permodalan. Per Juni lalu, Bank Bukopin mencatatkan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 16%. Dengan dana hasil rights issue nanti, menurut Sadikin, CAR Bukopin akan terdongkrak menjadi 17%-18%.

Selain berkomitmen menyuntik permodalan, Bosowa berniat meninjau ulang jajaran direksi Bukopin pada tahun depan. Perusahaan yang didirikan oleh pengusaha Aksa Mahmud ini ingin menempatkan orangnya untuk duduk sebagai direksi Bukopin. "Tahun ini kami tidak menempatkan perwakilan," kata Sadikin.

Bosowa adalah pemegang saham terbesar kedua di Bukopin dengan kepemilikan 13,98%. Selain Bosowa, komposisi pemegang saham Bukopin adalah Kopelindo yang menguasai 27,085%, pemerintah Indonesia memiliki 13,019%. Kemudian Koperasi Perkayuan Apkindo (Kopkapindo) menggenggam 5,04%. Sedangkan pemegang saham publik memiliki 40,87%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: A.Herry Prasetyo