Boy Thohir Tambah Pemilikan Saham Ini Meski Harga Telah Melesat 513% Ytd



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Taipan terkemuka Indonesia, Garibaldi “Boy” Thohir, kembali memperkuat posisinya di sektor infrastruktur teknologi digital tanah air dengan memborong sebanyak 30 juta saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV). Meskipun, harga saham MGLV terus melesat bahkan terkena suspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu 9 September 2026.

Aksi korporasi ini semakin mengukuhkan komitmen jangka panjangnya pada emiten penyedia layanan pusat data tersebut. Sebelum aksi pembelian terbaru ini, keterlibatan Boy Thohir di MGLV telah terjalin melalui entitas bisnisnya, yakni PT Trinugraha Thohir dan PT Trinugraha Thohir Harmoni.

Berdasarkan data resmi per 2 September 2026, PT Trinugraha Thohir Harmoni tercatat sebagai pemegang saham terbesar kedua di MGLV dengan kepemilikan 92,5 juta saham atau setara dengan 4,86%.


Sementara itu, PT Trinugraha Thohir menggenggam 42,86 juta saham atau mencakup 2,25% porsi kepemilikan. Adapun pemegang saham pengendali utama MGLV saat ini masih dipegang oleh Nextier Datamate Center dengan penguasaan mencapai 67,08% atau setara 1,28 miliar saham.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Teknikal Saham AKRA, INDF, dan DEWA untuk Hari Ini (10/9) 

Harga Saham MGLV Meroket

Aksi borong saham oleh Boy Thohir ini beriringan dengan lonjakan harga saham MGLV yang sangat signifikan di BEI. Tercatat dalam sepekan terakhir saham MGLV melesat hingga 67,82%, bahkan meroket sampai 76,26% dalam kurun waktu satu bulan terakhir hingga bertengger di level Rp 14.850 per saham.

Sejak awal tahun 2026 atau secara year to date, harga saham MGLV terakumulasi meroket 513,64% atau bertambah 12.430 poin.

Lonjakan harga yang masif tersebut sempat membuat BEI mengambil tindakan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham MGLV pada Rabu (9/9/2026) dalam rangka cooling down. Kendati demikian, berdasarkan pengumuman resmi bursa, suspensi atas perdagangan saham MGLV di pasar reguler dan pasar tunai tersebut resmi dibuka kembali mulai Kamis (10/9/2026), sehingga investor dapat kembali bertransaksi secara normal.

Tonton: Purbaya Siapkan Skema Baru: Pemda Bisa Pinjam ke SMI, Bayar Pakai DBH

Prospek Ekonomi Digital dan Komitmen Stabilitas Pasar Modal

Meskipun tidak merinci secara spesifik mengenai waktu pelaksanaan transaksi serta harga pembelian saham tersebut, Boy Thohir menegaskan bahwa langkah ini didasari oleh keyakinan mendalam terhadap fundamental serta kinerja positif perusahaan.

"Saya melihat prospek perusahaan menjanjikan di tengah pesatnya perkembangan infrastruktur teknologi masa depan," ujar Boy Thohir dalam keterangan resminya, Rabu (9/9/2026).

Ia menilai bahwa akselerasi ekonomi digital, masifnya adopsi layanan cloud computing, kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI), serta transformasi digital lintas sektor telah mendongkrak kebutuhan mendesak akan infrastruktur pusat data (data center) yang andal, berkapasitas tinggi, dan aman.

Selain pertimbangan bisnis murni, langkah strategis ini juga direalisasikan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan pasar modal nasional. Boy Thohir berpandangan bahwa dominasi investor domestik di lantai bursa dapat berfungsi sebagai perisai pelindung yang memperkuat ketahanan pasar saham tatkala terjadi tekanan jual bersih (net sell) dari investor asing.

"Ini juga bentuk dukungan agar tercipta stabilitas di pasar modal terutama pasar saham di tengah ketidakpastian global," pungkasnya.

Tonton: Menteri Perumahan Marurar: Hukum Berat Jika Ada Korupsi Dana Bencana

OJK Bidik Indonesia Jadi Price Maker Mineral Dunia, Bukan Lagi Price Taker
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News