KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan usaha niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) menghadapi tekanan ganda dari sisi lonjakan harga minyak dan kurs rupiah yang terus melemah. Harga minyak mentah dunia kembali melonjak ke atas level US$ 100 per barel, sedangkan rupiah bergerak melemah menuju level Rp 17.700 per dolar Amerika Serikat (AS). Manajemen BP-AKR menyatakan terus memonitor perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta berbagai faktor operasional lain yang memengaruhi bisnis distribusi BBM. Dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis, BP-AKR melakukan evaluasi dan penyesuaian operasional secara berkala, termasuk pengaturan distribusi secara aktif guna menjaga keberlangsungan operasional dan kualitas layanan kepada pelanggan.
BP-AKR Buka Suara Soal Pasokan dan Harga BBM, Harap Iklim Usaha Tetap Terjaga
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan usaha niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) menghadapi tekanan ganda dari sisi lonjakan harga minyak dan kurs rupiah yang terus melemah. Harga minyak mentah dunia kembali melonjak ke atas level US$ 100 per barel, sedangkan rupiah bergerak melemah menuju level Rp 17.700 per dolar Amerika Serikat (AS). Manajemen BP-AKR menyatakan terus memonitor perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta berbagai faktor operasional lain yang memengaruhi bisnis distribusi BBM. Dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis, BP-AKR melakukan evaluasi dan penyesuaian operasional secara berkala, termasuk pengaturan distribusi secara aktif guna menjaga keberlangsungan operasional dan kualitas layanan kepada pelanggan.
TAG: