BP Pertimbangkan Jual Sebagian Aset Gas di Mesir, Fokus Kurangi Utang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Raksasa energi asal Inggris, BP, dikabarkan tengah mempertimbangkan penjualan sebagian aset gas alamnya di Mesir. Langkah ini menjadi bagian dari strategi restrukturisasi perusahaan di bawah kepemimpinan CEO baru, Meg O'Neill, untuk memangkas utang dan memfokuskan investasi pada proyek-proyek yang lebih menguntungkan.

Mengutip laporan Reuters pada 15 Mei, empat sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa hingga kini belum ada keputusan final terkait rencana divestasi tersebut.

Juru bicara BP menolak memberikan komentar terkait spekulasi pasar tersebut.


BP telah berinvestasi lebih dari US$35 miliar di Mesir selama enam dekade terakhir. Perusahaan itu memproduksi sekitar 60% gas alam Mesir melalui berbagai perusahaan patungan di wilayah East Nile Delta serta lapangan gas yang dioperasikan BP di West Nile Delta.

Baca Juga: Pengadilan Singapura Kabulkan Permohonan Pembubaran Tiga Entitas Terkait Skandal 1MDB

Pengembangan proyek West Nile Delta sendiri mencakup lima lapangan gas yang berada di blok lepas pantai North Alexandria dan West Mediterranean Deepwater di kawasan Laut Mediterania.

Meski demikian, produksi gas alam BP di Mesir mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun lalu, produksi gas BP tercatat sebesar 518 juta kaki kubik per hari, turun sekitar 40% dibandingkan tahun 2024 dan merosot hampir 60% dibandingkan tahun 2023.

Di sisi lain, BP masih terus memperluas aktivitas eksplorasi di Mesir. Pada April lalu, perusahaan mengumumkan penemuan gas dan kondensat baru di lepas pantai Mesir.

Sebelumnya pada awal tahun ini, BP juga memperoleh konsesi eksplorasi lepas pantai North-East El Alamein dan West El Hammad, yang memperkuat posisi perusahaan dalam sektor energi Mesir.