BP Tapera Salurkan Dana FLPP Senilai Rp 34,64 Triliun Sepanjang Tahun 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatatkan realisasi penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025 sebanyak 278.868 unit rumah. Angka ini setara dengan nilai Rp 34,64 triliun.

Meski realisasi ini baru mencapai 79,68% dari target pemerintah yang dipatok sebanyak 350.000 unit, namun volume penyaluran tahun ini tercatat sebagai yang tertinggi sejak program FLPP digulirkan pada tahun 2010.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menjelaskan, dari total penyaluran tersebut, sebanyak 278.865 unit atau 99,99% merupakan rumah tapak, sementara sisanya sebanyak 3 unit merupakan rumah susun.


Baca Juga: Pemangkasan Suku Bunga Buka Peluang Perbaikan Kinerja Pergadaian pada 2026

"Pencapaian tahun ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah penyaluran dana FLPP. Penyaluran melibatkan 40 bank penyalur dan 8.113 pengembang di 401 kabupaten/kota," ujar Heru dalam keterangan resminya, Selasa (31/12/2025).

Berdasarkan profil penerima manfaat, pekerja swasta masih mendominasi serapan dengan total 205.311 unit (73,63%). Diikuti oleh kelompok wiraswasta sebanyak 39.218 unit (14,06%), PNS sebanyak 20.814 unit (7,46%), serta TNI/Polri sebanyak 5.409 unit (1,94%).

Secara pertumbuhan tahunan, segmen PNS mencatatkan kenaikan tertinggi yakni mencapai 145,7%. Sementara itu, segmen wiraswasta tumbuh 58,7%, TNI/Polri naik 36,9%, dan pekerja swasta meningkat 31,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Adapun, secara kewilayahan, Provinsi Jawa Barat masih menjadi penyerap dana FLPP terbesar dengan capaian 62.591 unit (22,44%). Mengekor di belakangnya adalah Jawa Tengah dengan 24.470 unit (8,77%) dan Sulawesi Selatan sebanyak 23.255 unit (8,34%).

Sementara itu, di level kabupaten/kota, Kabupaten Bekasi menempati peringkat pertama dengan serapan 14.702 unit rumah (19% dari total Jawa Barat). 

Wilayah lain dengan serapan tinggi antara lain Kabupaten Bogor (10.195 unit), Kabupaten Tangerang (8.246 unit), dan Kabupaten Karawang (7.097 unit).

Selanjutnya: Keran Impor Pangan Industri Dibuka, Ekonom Lihat Belum Benahi Sisi Produksi

Menarik Dibaca: Mengawali 2026, Story (IP) Memimpin Kripto Top Gainers 24 Jam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News