BP Tapera Siapkan Akad 62.000 KPR Subsidi, Menjangkau Lebih dari 100 Titik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah kembali mendorong penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) akan menggelar akad massal sebanyak 62.000 KPR Sejahtera FLPP pada 30 Juli 2026.

Akad massal tersebut akan dipusatkan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dan dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Secara keseluruhan, calon debitur yang mengikuti akad tersebar di lebih dari 100 titik pada 36 provinsi.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, pelaksanaan akad di Batang sekaligus menunjukkan bahwa penyaluran pembiayaan rumah subsidi tidak hanya menyasar masyarakat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah pedesaan.


Baca Juga: JIEP Gandeng Morego Green Kembangkan Pengelolaan Sampah Terintegrasi di Pulogadung

"Ini semakin menunjukkan FLPP ini inklusif, menjangkau bukan hanya kawasan perkotaan tapi ini juga sampai pedesaan," ujar Heru dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Menurut Heru, kawasan perumahan yang menjadi lokasi utama akad massal berada di wilayah pedesaan. Lokasinya dinilai cukup strategis dan tidak menggunakan lahan persawahan.

"Lokasi perumahannya juga sangat strategis, sangat bagus dan itu bukan lahan persawahan," katanya.

Dari 62.000 calon debitur yang akan mengikuti akad, sebanyak 200 orang akan hadir secara langsung di Batang. Sedangkan 61.800 calon debitur lainnya akan mengikuti akad secara daring dari berbagai daerah.

Pelaksanaan akad tersebut akan melibatkan 36 bank penyalur yang menjadi mitra kerja BP Tapera.

Akad massal kali ini menjadi yang terbesar dibandingkan dua kegiatan serupa sebelumnya. Pada 29 September 2025, pemerintah menggelar akad massal terhadap 26.000 unit rumah subsidi di Cileungsi, Jawa Barat.

Selanjutnya pada 20 Desember 2025, akad massal kembali digelar di Serang, Banten dengan jumlah mencapai 50.030 unit.

Selain 62.000 KPR subsidi, pemerintah juga akan melakukan akad Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dengan nilai pembiayaan mencapai Rp 880 miliar pada agenda di Batang tersebut.

Baca Juga: Telkomsel Siap Evaluasi Layanan Setelah Putusan MK Soal Kuota Internet Hangus Sepihak

Berdasarkan data BP Tapera, realisasi penyaluran FLPP sepanjang 2026 hingga 23 Juli telah mencapai 111.537 unit rumah dengan nilai Rp 13,874 triliun.

Penerima manfaatnya didominasi kelompok pegawai, karyawan dan buruh yang mencapai 71.250 orang. Secara lebih rinci, penerima dari kelompok swasta mencapai 60.044 orang dan buruh sebanyak 11.206 orang.

Penyaluran FLPP juga telah menjangkau sejumlah kelompok profesi lainnya, mulai dari guru, tenaga kesehatan, petani, nelayan hingga pekerja berpenghasilan tidak tetap.

Adapun pemerintah menargetkan penyaluran FLPP sebanyak 350.000 unit sepanjang 2026. Dengan realisasi 111.537 unit hingga 23 Juli, penyaluran saat ini setara sekitar 31,9% dari target tahunan. Pemerintah masih perlu mengejar sekitar 238.463 unit rumah subsidi hingga akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News