BPDP Mulai Bidik Perluasan Pasar Sawit ke Rusia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendorong perluasan pasar ekspor minyak sawit Indonesia ke Rusia dan negara-negara Eurasian Economic Union (EAEU). Upaya tersebut ditempuh melalui penguatan kemitraan antara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dengan asosiasi industri minyak dan lemak Rusia serta EAEU.

Kerja sama itu diharapkan menjadi pintu masuk bagi peningkatan akses pasar, pertukaran informasi industri, hingga pengembangan standar dan promosi perdagangan produk sawit Indonesia di kawasan Eurasia.

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, Pangihutan Siagian mengatakan, Rusia dan kawasan EAEU menjadi salah satu pasar potensial yang perlu terus digarap di tengah upaya diversifikasi tujuan ekspor sawit nasional.


"Kolaborasi antara pelaku usaha Indonesia dan mitra di Rusia diharapkan dapat meningkatkan pertukaran informasi, memperkuat promosi, serta membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga: BPDP Pastikan Dana Kompensasi Biodiesel B50 Aman hingga Akhir 2026

Kemitraan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara GAPKI dengan The Fat and Oil Union of Russia serta Association of Enterprises of Fat and Oil Industry of the Eurasian Economic Union (EAEU) di Moskow, Rusia.

Sebelumnya, BPDP juga memanfaatkan ajang INNOPROM 2026 di Yekaterinburg sebagai sarana mempromosikan perkembangan industri sawit Indonesia kepada pelaku usaha internasional. 

Dalam forum tersebut, BPDP memaparkan berbagai perkembangan sektor sawit nasional, mulai dari hilirisasi, riset dan inovasi, implementasi biodiesel B50, hingga peluang investasi di industri kelapa sawit.

Menurut Pangihutan, kerja sama dengan asosiasi industri Rusia diharapkan menjadi landasan untuk memperluas akses pasar produk sawit Indonesia sekaligus mempererat hubungan bisnis antarpelaku industri kedua negara.

Baca Juga: BPDP Dorong Lahirnya Wirausaha Baru Berbasis Hilirisasi Sawit

Selain promosi perdagangan, kerja sama juga mencakup peningkatan kapasitas, pengembangan standar industri, serta pertukaran informasi yang diharapkan dapat mendukung daya saing produk sawit Indonesia di pasar internasional.

Peluang ekspor sawit ke kawasan Eurasia dinilai semakin terbuka seiring meningkatnya hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia. Sejak 2025, kedua negara telah meningkatkan hubungan bilateral menjadi Strategic Partnership

Selain itu, Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–EAEU yang ditandatangani pada akhir 2025 ditargetkan mulai berlaku pada 2027.

Implementasi perjanjian tersebut diharapkan dapat memperluas akses ekspor berbagai produk Indonesia, termasuk minyak sawit dan produk turunannya, ke negara-negara anggota EAEU.

Sebagai lembaga pengelola dana perkebunan, BPDP menyatakan akan terus memperkuat daya saing industri sawit melalui program pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, pengembangan bioenergi, serta promosi di pasar internasional sebagai bagian dari strategi memperluas pasar ekspor sawit Indonesia.

Baca Juga: BPDP Dorong UMKM Terlibat dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: