BPDPKS mendapat penghargaan dari PWI Pusat pada perayaan hari pers nasional



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mendapat penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat pada perayaan hari pers Nasional 2021. Penghargaan itu diberikan atas kemitraan dan kerjasama bersama media yang selama ini telah berjalan dengan baik.

Ketua Umum PWI Pusat dan penanggungjawab Hari Pers Nasional (HPI) 2021, Atal S Depari saat memberikan penghargaan itu mengatakan, insan pers mendukung penuh BPDPKS dalam melaksanakan program pemberdayan dan kemitraan strategis bersama media sejauh ini.

"Apresiasi ini sangat layak diberikan kepada BPDPKS atas kontribusinay terhadap pers selama ini," ujar Atas dalam sambutnya, Selasa (9/2).


Terkait penghargaan itu, Direktur Utama BPDPKS,  Eddy Abdurrachman, mengatakan, pihaknya berharap, ke depan, sinergi antara BPDPKS dan pers terus ditingkatan untuk mendorong pembangunan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Jokowi sebut pers menjadi ruang diskusi dan kritik penanganan pandemi

“Kami yakin sinergi ini akan memberikan dampak signifikan terhadap kemajuan BPDPKS melalui peranan pers yang dominan dalam menyampaikan fakta objektif tentang industri sawit dengan melakukan program pelatihan wartawan bersama PWI Pusat”, ujar Eddy.

Perayaan HPN 2021 yang berlangsung secara virtual in juga dihadiri Menteri Koordinato Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Dalam kesempatan itu, Airlangga berharap agar kelapa sawit terus dijaga karena memberikan stimulus besar bagi perekonomian nasional dan mendorong ekonomi kerakyatan.

“Di saat banyak sektor ekonomi terdampak akibat pandemi covid 19, industri sawit menjadi salah satu sektor industri yang tidak terdampak, sebanyak 16 juta pekerja kelapa sawit tetap bekerja produktif di tengah ketidakpastian sektor ekonomi lainnya”, papar Airlangga.

Ia juga mengatakan, perlunya melibatkan media secara aktif untuk menjaga eksistensi industri sawit dengan masifnya pemberikaan.

“Maraknya isu negatif yang menghantam industri sawit, membuat pemerintah bergerak dengan melakukan gugatan kepada WTO terkait kebijakan diskriminatif kelapa sawit, hal ini perlu didukung dengan kuatnya pemberitaan dan informasi dalam membangun presepsi positif dan awareness, saya yakin pers telah melakukan standarisasi ketat dalam peliputannya”, sambung Airlangga.

Baca Juga: Waspada! BMKG perpanjang peringatan dini hujan lebat di Jawa Tengah termasuk Semarang

Editor: Noverius Laoli