JAKARTA. Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono menegaskan, alfa milik produsen swasta harus lebih kecil daripada alfa Pertamina. Karena, semangatnya adalah untuk mengurangi BBM bersubsidi. "Yang menentukan alfa itu Departemen Keuangan," tandas Tubagus. Ia menambahkan, alfa untuk masing-masing daerah itu berbeda sesuai dengan kebutuhan. "Misalnya di Lombok Rp 754 tapi di Cirebon cuma Rp 378," imbuhnya. Sebelumnya, PT Aneka Kimia Raya (AKR) Corporindo Tbk (AKRA) minta agar alfa untuk wilayah Indonesia Timur lebih tinggi daripada wilayah Indonesia Barat. Meski meminta supaya naik, alfa yang ditetapkan oleh pemerintah saat ini sebesar Rp 556 sudah cukup.
BPH Migas: Alfa Produsen Swasta Harus Lebih Kecil dari Pertamina
JAKARTA. Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono menegaskan, alfa milik produsen swasta harus lebih kecil daripada alfa Pertamina. Karena, semangatnya adalah untuk mengurangi BBM bersubsidi. "Yang menentukan alfa itu Departemen Keuangan," tandas Tubagus. Ia menambahkan, alfa untuk masing-masing daerah itu berbeda sesuai dengan kebutuhan. "Misalnya di Lombok Rp 754 tapi di Cirebon cuma Rp 378," imbuhnya. Sebelumnya, PT Aneka Kimia Raya (AKR) Corporindo Tbk (AKRA) minta agar alfa untuk wilayah Indonesia Timur lebih tinggi daripada wilayah Indonesia Barat. Meski meminta supaya naik, alfa yang ditetapkan oleh pemerintah saat ini sebesar Rp 556 sudah cukup.