BPH Migas berkomitmen kawal pelaksanaan program BBM satu harga



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan komitmennya dalam mengawal pelaksanaan Program BBM 1 Harga.

Yang terbaru, BPH Migas meresmikan Penyalur BBM 1 Harga di Pontianak serentak untuk 27 lokasi wilayah 3T, tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Sehingga total menjadi 280 SPBU BBM 1 Harga, sebelumnya telah diresmikan beroperasi 253 lokasi.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa dalam sambutannya menyampaikan bahwa penjangkauan wilayah 3T (terluar, terdepan dan terpencil ) dengan BBM 1 Harga adalah upaya mewujudkan keadilan energi. Diharapkan ekonomi bisa digerakkan di level daerah. Hal ini merupakan salah satu bagian dari Nawacita di mana Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar pembangunan dimulai dari pinggiran.


Baca Juga: Climate Policy Initiative (CPI) kemukakan potensi mendorong bauran EBT di Indonesia

Fanshurullah yang kerap disapa Ifan mengungkapkan penambahan penyalur BBM Satu Harga untuk jenis BBM tertentu dan khusus penugasan nasional dipastikan akan memudahkan masyarakat dalam mengakses kebutuhan energi terutama di wilayah 3T. BBM Satu Harga juga merupakan wujud energi berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

"Ini sekaligus merupakan pembangkitan ekonomi, mengubah mindset pembangunan dimulai dari pinggiran, wilayah 3T perlu dibangkitkan menjadi pusat-pusat baru pertumbuhan ekonomi, bukan hanya dari perkotaan yang segala fasilitas lebih siap. BBM 1 harga itu adalah bentuk perwujudan keadilan  tetapi sekaligus menggerakkan  ekonomi di wilayah 3T,  mengantisipasi kesenjangan wilayah 3T dengan perkotaan. Sehingga tidak ada lagi daerah-daerah yang termarjinalkan," ujar Ifan dalam keterangan resmi, Rabu (9/6).

Ifan mengungkapkan sejak instruksi Presiden RI untuk BBM 1 Harga di akhir Desember 2015 dan terbitnya Permen ESDM No 36 th 2016 sebagai turunan amanah UU Migas, BPH Migas sudah konsisten mengawal sejak 2017 hingga 2019 dimana telah diresmikan 170 SPBU BBM 1 Harga (160 Pertamina dan 10 AKR Corporindo), tahun 2020 diresmikan sebanyak 83 SPBU BBM 1 Harga, dan hari ini 27 SPBU BBM 1 Harga, yang tersebar di berbagai tempat wilayah 3T di NKRI.

"Bahkan, antusiasnya  pemkab di NKRI yang mengusulkan lokasi baru BBM 1 Harga di luar target pemerintah 500 lokasi sampai 2024 , yaitu ada usulan baru dari daerah mencapai 769 lokasi  yang saat ini lagi dievaluasi oleh BPH Migas  dan Kementerian ESDM," ungkap ifan.

Baca Juga: Kembangkan bisnis kendaraan listrik, NFC Indonesia dan SiCepat bentuk usaha patungan

Selain itu, jelas Ifan, untuk di luar lokasi 3T  berpeluang untuk dikembangkan Pertashop, dengan investasi kisaran 300 sd 500 juta bisa menyalurkan BBM non subsidi pertamax, yang bersih, ramah lingkungan menjadi alternatif pilihan.

Demikian juga ada alternatif sub penyalur yang menyalurkan BBM subsidi dan penugasan. Yang membedakan hanya ongkos angkut yang ditetapkan pemda Kabupaten setempat serta konsumen tertutup.

Selanjutnya: Realisasi penggunaan energi surya di Bali masih rendah dari potensinya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi