BPH Migas Ungkap Stok BBM Terkni: Bensin 20 Hari, LPG 11 Hari, dan Avtur 30 Hari



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaporkan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG selama periode Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri 12 Maret–31 Maret 2026 berada di atas batas minimum nasional.

Kepala Satgas Ramadan dan Idulfitri Sektor ESDM Erika Retnowati mengungkapkan, stok bensin tercatat di atas 20 hari, sementara solar berada di atas 18 hari. Adapun stok solar non-subsidi seperti Pertamina Dex mencapai lebih dari 40 hari.

Untuk bahan bakar pesawat (avtur), ketahanan stok dilaporkan mencapai 30 hari. Sementara itu, stok liquefied petroleum gas (LPG) berada di level 11,6 hari.


Baca Juga: Bluebird Bukukan Pendapatan Rp 5,7 Triliun, Kinerja 2025 Tertinggi Setelah Disrupsi

“Secara umum kondisi ketahanan stok BBM dilaporkan aman, baik untuk jenis gasoline, gasoil, kerosene, maupun avtur dengan ketahanan stok berhasil terjaga rata-rata di atas 20 hari,” ujar Erika dalam konferensi pers di Kantor BPH Migas, Selasa (31/3/2026).

Dari sisi konsumsi, Erika mencatat penggunaan bensin selama periode tersebut meningkat sekitar 15% dibandingkan kondisi normal, lebih tinggi dari proyeksi awal sebesar 12%. Kenaikan ini antara lain dipicu mobilitas masyarakat yang tinggi selama libur panjang Lebaran, termasuk aktivitas mudik dan wisata.

Sementara itu, konsumsi solar justru turun 18% dibandingkan periode normal, lebih dalam dari proyeksi penurunan sebesar 14,5%.

Erika juga mengakui adanya fenomena panic buying di sejumlah daerah yang turut mendorong konsumsi bensin. Meski demikian, dampaknya dinilai terbatas dan tidak signifikan terhadap konsumsi nasional.

Adapun konsumsi BBM tertinggi terjadi pada 19 Maret 2026, melonjak 37% dibandingkan kondisi normal. Pada periode arus balik, puncak konsumsi tercatat pada 25 Maret 2026 dengan kenaikan 20%.

Untuk avtur, konsumsi meningkat 7,2% dibandingkan normal. Puncaknya terjadi pada 18 Maret dan 29 Maret 2026, masing-masing naik 18% dan 22%.

Baca Juga: IPF: Dampak Perang Timur Tengah Bisa Kerek Harga Kemasan hingga 40%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News