KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BPJS Ketenagakerjaan, salah satu investor institusional terbesar di Indonesia, siap meningkatkan investasi di saham di tengah rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menggandakan minimum jumlah saham publik atau free float. Dana sekitar US$ 120 miliar nilai pasar telah "hilang" dari pasar saham Indonesia sejak penyedia indeks MSCI memperingatkan bulan lalu bahwa Indonesia berisiko mengalami penurunan status menjadi pasar negara berkembang karena data pasar yang tersedia mengaburkan kepemilikan saham dan praktik perdagangan. Indonesia berencana menaikkan "tingkat minimum saham yang beredar bebas, atau saham yang dapat diperdagangkan secara bebas, menjadi 15%, dari 7,5% saat ini, secara bertahap sebagai bagian dari proposal reformasi untuk mengatasi kekhawatiran MSCI.
BPJS Ketenagakerjaan Akan Tambah Porsi Investasi di Saham
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BPJS Ketenagakerjaan, salah satu investor institusional terbesar di Indonesia, siap meningkatkan investasi di saham di tengah rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menggandakan minimum jumlah saham publik atau free float. Dana sekitar US$ 120 miliar nilai pasar telah "hilang" dari pasar saham Indonesia sejak penyedia indeks MSCI memperingatkan bulan lalu bahwa Indonesia berisiko mengalami penurunan status menjadi pasar negara berkembang karena data pasar yang tersedia mengaburkan kepemilikan saham dan praktik perdagangan. Indonesia berencana menaikkan "tingkat minimum saham yang beredar bebas, atau saham yang dapat diperdagangkan secara bebas, menjadi 15%, dari 7,5% saat ini, secara bertahap sebagai bagian dari proposal reformasi untuk mengatasi kekhawatiran MSCI.