BPJS Ketenagakerjaan Siap Tambah Alokasi Investasi Saham Hingga 25%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BPJS Ketenagakerjaan menyatakan kesiapannya menambah alokasi investasi saham secara bertahap hingga 20%–25% dari total dana kelolaan dalam tiga tahun ke depan.

Langkah tersebut sejalan dengan dorongan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar investor institusional ikut menopang likuiditas pasar saham, menyusul rencana kenaikan batas minimal free float menjadi 15% dari sebelumnya 7,5%.

Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan Edwin Ridwan mengatakan, rencana peningkatan alokasi saham tersebut telah dicanangkan sejak April 2025 dan pembelian saham telah dilakukan secara berkesinambungan.


“Dalam beberapa kesempatan, sejak awal 2025 lalu, saya selalu menyatakan bahwa akan menambah alokasi portfolio saham secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan hingga mencapai 20-25% dana kelolaan," kata Edwin kepada Kontan, Jumat (30/1/2026),

Baca Juga: Total Hasil Investasi BPJS Ketenagakerjaan Mencapai Rp 59,70 triliun pada 2025

Saat ini, alokasi saham BPJS Ketenagakerjaan berada di kisaran 12%–13% dari total dana kelolaan, atau yang mencapai sekitar Rp 900 triliun. Dengan pertumbuhan dana kelolaan sekitar 11%–12% per tahun, ruang likuiditas yang berpotensi masuk ke pasar saham dinilai cukup besar dalam beberapa tahun ke depan.

Edwin menegaskan, peningkatan porsi saham tidak akan dicapai secara instan. Proses penambahan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“Alokasi ini tidak akan tercapai dengan seketika. Pembelian dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Keamanan dana adalah prioritas kami dan kami memastikannya dengan melakukan investasi berdasarkan prinsip liability driven investing,” katanya.

Baca Juga: Hasil Investasi Program JHT dan JP BPJS Ketenagakerjaan Tumbuh Dobel Digit pada 2025

Lebih lanjut, Edwin menyebutkan sektor yang menjadi prioritas investasi saham BPJS Ketenagakerjaan meliputi sektor perbankan, komoditas, dan konsumer.

Di tengah dinamika pasar, BPJS Ketenagakerjaan juga terus mencermati perkembangan pasar modal global, termasuk potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI menjadi frontier market. Meski demikian, BPJS Ketenagakerjaan tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang perekonomian nasional.

“Kami meyakini bahwa regulator dan BEI akan menindaklanjuti dengan baik keadaan ini dan kami tetap yakin pada prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang," tegasnya.

Selanjutnya: FWD Insurance Perkuat Peran Perempuan Menjadi Agen Asuransi

Menarik Dibaca: 10 Makanan yang Dikira Sehat Padahal Tinggi Gula

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News