KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BPJS Ketenagakerjaan menargetkan jaring 70 juta peserta hingga 2026. Guna memenuhi target tersebut, saat ini BPJS Ketenagakerjaan menyasar 4 ekosistem yang akan menjadi fokus penambahan peserta pada 2023. Deputi Bidang Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun menerangkan salah satu dari 4 ekosistem itu, yakni melalui ekosistem desa, seperti perangkat desa, RT/RW, petani, nelayan, dan pekerja desa lainnya. "Selain itu, akan memaksimalkan ekosistem pasar yang di dalamya ada pasar modern dan tradisional. Selain itu, ekosistem e-commerce dan UMKM, serta yang terakhir ekosistem pada pekerja rentan seperti pekerja informal atau pekerja bukan penerima upah (BPU), pekerja miskin, dan tidak mampu yang iurannya disokong oleh Pemerintah Daerah," ucap Oni di Plaza BPJamsostek, Kamis (6/7).
Baca Juga: Bayar Rp 36.800, Pekerja BPU Bisa Dapat 3 Program Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Untuk mensukseskan strategi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan program yang diberi nama Kerja Keras Bebas Cemas Masuk Desa. Melalui program tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga bisa menjaring para pekerja informal atau BPU mulai dari petani, nelayan, UMKM, kuli bangunan, hingga ojek online di berbagai wilayah sehingga bisa bergabung sebagai anggota.