BPJT Catat Ratusan Ribu Kendaraan ODOL Terdeteksi di Jalan Tol



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mencatat ratusan ribu kendaraan over dimension over loading (ODOL) terdeteksi melintas di ruas tol Jasa Marga Group sepanjang Januari-Agustus 2026.

Kepala BPJT, Ni Komang Rasminiati, mengatakan berdasarkan data weigh in motion (WIM), sebanyak 431.192 kendaraan terdeteksi melakukan pelanggaran muatan lebih di ruas tol Jasa Marga Group.

“Untuk yang Jasa Marga Group ini terdata untuk bulan Januari sampai Agustus 2026, itu tertangkap yang melakukan pelanggaran terhadap muatan lebih itu 431.192 kendaraan,” ujar Ni Komang dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Selasa (29/9/2026).


Baca Juga: Bumi Resources Perkuat ESG dan Tata Kelola HAM

Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.026 surat tilang telah dikirimkan kepada pengguna jalan tol yang melanggar. Sebanyak 2.525 pelanggar telah terkonfirmasi, tetapi  baru 252 pelanggar yang menyelesaikan kewajiban pembayaran tilang.

Hal yang sama ditemukan di ruas Hutama Karya Group. Sebanyak 287.186 kendaraan pelanggar terdeteksi, tetapi baru 1.874 tilang yang dikirim kepada pelanggar. Dari jumlah tersebut, 422 pelanggar terkonfirmasi dan baru dua yang telah menyelesaikan kewajiban pembayaran tilang.

Ni Komang menjelaskan, temuan pelanggaran tersebut berasal dari sistem WIM yang telah terintegrasi dengan sistem penindakan elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) milik Kepolisian.

“Namun mungkin tindak lanjut ke depan adalah dari temuan tersebut, penegakan hukumnya ini perlu langkah-langkah perkuatan secara konsisten,” lanjutnya. 

Berdasarkan data deteksi WIM periode Januari-Agustus 2026, rata-rata terdapat 20.627 kendaraan non-Golongan I yang melintas setiap hari di ruas tol Jasa Marga Group. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.657 kendaraan per hari atau sekitar 17,73% terdeteksi mengalami overload. 

Sementara itu di ruas tol Hutama Karya Group, terdapat 7.823 kendaraan non-Golongan I yang melintas setiap hari dan 2.041 kendaraan per hari atau 26,99% terdeteksi mengalami overload. Total kendaraan overload dari kedua ruas tol ini mencapai 5.698 setiap hari.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.657 kendaraan per hari terdeteksi mengalami kelebihan muatan atau sekitar 17,73%.

Untuk memperkuat pengendalian ODOL, Kementerian Pekerjaan Umum saat ini telah memasang 47 unit WIM di sejumlah jalan tol. Sebanyak 38 titik dipasang sebelum gerbang tol, sedangkan sembilan titik berada di jalur utama atau main road.

Di Pulau Sumatra, terdapat 33 titik WIM yang terpasang di 11 ruas tol. Sebanyak 28 titik di antaranya telah terintegrasi dengan ETLE Polri. Sementara di Pulau Jawa terdapat 14 titik WIM di 10 ruas tol, dengan enam titik telah terintegrasi ETLE.

Baca Juga: Pertamina Andalkan Strategi Dual Growth untuk Jaga Kinerja di Tengah Transisi Energi

Kementerian PU juga menyiapkan penambahan 16 titik WIM hingga 2030. Rinciannya lima titik di Trans Sumatra, lima titik di Trans Jawa, tiga titik di Non-Trans Jawa, dan tiga titik di Jabodetabek.

Satu titik ditargetkan terpasang pada akhir September 2026, empat titik pada Oktober, dan lima titik pada Desember 2026. Sisanya akan dipasang secara bertahap pada 2027-2030.

Ni Komang menjelaskan percepatan pemasangan WIM akan kembali didiskusikan untuk mendukung kebijakan zero ODOL pada awal 2027.

“Dalam konteks mendukung pengendalian ODOL dan juga kebijakan zero ODOL di awal 2027, tentunya ini kami akan diskusikan kembali untuk bagaimana percepatan untuk memasang instrumen dukungan terhadap pengendalian ODOL ini,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News