JAKARTA. Direktur Utama Pembinaan dan Pengembangan Hukum Keuangan Negara (Ditama Binbangkum) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nizam Burhanudin, menyampaikan permohonan penambahan pagu anggaran 2012 kepada Komisi XI DPR RI. “Pertengahan tahun ini sebetulnya kami menyampaikan pagu anggaran sebesar Rp. 2.836 triliun, namun kemudian terjadi kekurangan sekitar Rp 506 miliar, inilah yang kami mohon untuk ditambah,” katanya (22/9). Menurutnya penambahan tersebut terkait besarnya tuntutan pemangku kepentingan yakni masyarakat, pemerintah, serta DPR sendiri terhadap pemeriksaan yang dilakukan BPK. Beberapa kegiatan yang akan digenjot di antaranya laporan percepatan pemberantasan korupsi, peningkatan kemampuan sumber daya manusia, serta akuntabilitas pemeriksaan. Selain itu pihaknya berjanji menghapus penggunaan pinjaman luar negeri ke dalam anggaran BPK tahun 2012. Pada anggaran tahun 2011 tercatat sebesar Rp 2,8 miliar anggaran BPK memang berasal dari hibah dan pinjaman luar negeri. Ia mengatakan memang pinjaman luar negeri sebaiknya diutamakan untuk kepentingan pemenuhan infrastruktur bagi masyarakat.
BPK ajukan tambahan pagu anggaran 2012
JAKARTA. Direktur Utama Pembinaan dan Pengembangan Hukum Keuangan Negara (Ditama Binbangkum) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nizam Burhanudin, menyampaikan permohonan penambahan pagu anggaran 2012 kepada Komisi XI DPR RI. “Pertengahan tahun ini sebetulnya kami menyampaikan pagu anggaran sebesar Rp. 2.836 triliun, namun kemudian terjadi kekurangan sekitar Rp 506 miliar, inilah yang kami mohon untuk ditambah,” katanya (22/9). Menurutnya penambahan tersebut terkait besarnya tuntutan pemangku kepentingan yakni masyarakat, pemerintah, serta DPR sendiri terhadap pemeriksaan yang dilakukan BPK. Beberapa kegiatan yang akan digenjot di antaranya laporan percepatan pemberantasan korupsi, peningkatan kemampuan sumber daya manusia, serta akuntabilitas pemeriksaan. Selain itu pihaknya berjanji menghapus penggunaan pinjaman luar negeri ke dalam anggaran BPK tahun 2012. Pada anggaran tahun 2011 tercatat sebesar Rp 2,8 miliar anggaran BPK memang berasal dari hibah dan pinjaman luar negeri. Ia mengatakan memang pinjaman luar negeri sebaiknya diutamakan untuk kepentingan pemenuhan infrastruktur bagi masyarakat.