BENGKULU. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Bengkulu menilai pemerintah daerah tersebut tidak serius dalam mengelola aset. Ini hasil evaluasi BPK melihat laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD). "Permasalahan (di Bengkulu) adalah aset tidak dikelola dengan baik," kata pelaksana harian Kepala BPK Provinsi Bengkulu, Imam Muslih di Bengkulu, Jumat (31/7). Seharusnya, opini wajar tanpa pengecualian (WTP) bukan barang mewah, apalagi dengan kondisi daerah seperti di Bengkulu. Dengan APBD dan aset terbilang kecil, BPK heran, beberapa daerah di Bengkulu mendapatkan opini wajar dengan pengecualian (WDP).
BPK: Bengkulu tidak serius kelola aset
BENGKULU. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Bengkulu menilai pemerintah daerah tersebut tidak serius dalam mengelola aset. Ini hasil evaluasi BPK melihat laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD). "Permasalahan (di Bengkulu) adalah aset tidak dikelola dengan baik," kata pelaksana harian Kepala BPK Provinsi Bengkulu, Imam Muslih di Bengkulu, Jumat (31/7). Seharusnya, opini wajar tanpa pengecualian (WTP) bukan barang mewah, apalagi dengan kondisi daerah seperti di Bengkulu. Dengan APBD dan aset terbilang kecil, BPK heran, beberapa daerah di Bengkulu mendapatkan opini wajar dengan pengecualian (WDP).