BPKH dan Dewas Periode 2022-2027 Diminta Jaga Keberlanjutan Dana Haji



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf mengatakan bahwa, Baik Dewan Pengawas hingga Anggota Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) harus mampu menjaga keuangan atau dana haji yang dikelola agar berkelanjutan.

"Artinya selalu siap dalam kondisi apapun jangan sampai ke depan ketika kuota haji dari Arab Saudi itu terbatas, kita justru tidak siap," kata Bukhori kepada Kontan.co.id, Senin (17/10).

Maka untuk mencapai hal tersebut, BPKH dapat menginvestasikan dana yang dikelola. Namun dengan catatan investasi harus dilakukan sangat hati-hati, serta jauh dari resiko kerugian. Namun upaya pengelolaan dana haji melalui investasi juga harus tetap memiliki return.


"Dana dari BPKH yang sesuai amanah undang-undang itu 70% bisa diinvestasikan secara langsung, itu harus diperhatikan betul," paparnya.

Baca Juga: Biar Makin Maksimal, Pengurus Baru BPKH Siapkan Strategi Pengelolaan Dana Haji

Selanjutnya pekerjaan rumah BPKH lainnya ialah memastikan bahwa jamaah yang telah menyetorkan uangnya untuk dikelola betul-betul mendapatkan jaminan hingga jamaah berangkat ke tanah suci.

Anggota Dewan Pengawas BPKH Firmansyah N Nazaroedin mengatakan, harapannya dana kelola yang ada di BPKH dapat dikelola dengan sebaik-baiknya sesuai dengan good corporate governance dan semuanya dapat dipertanggungjawabkan dengan sistem dan prosedur yang baik.

"Harapan saya adalah bahwa dana ini adalah dana masyarakat yang harus kita kelola sebaiknya, sesuai dengan kaidah-kaidah tata kelola yang baik," kata Firman.

Adapun untuk strategi investasi ke depan, secara pribadi Firman menyebut, baiknya saat ini dilakukan secara konservatif. Hal tersebut lantaran dana yang ada di BPKH merupakan dana dari umat yang harus dijaga keamanannya.

"Ada owner-nya dana ini, ada orang yang mau naik haji. Jadi kita harus baik-baik jalannya. Lebih konservatif lebih baik. Tapi kalau mau untuk ekspansi dana tersebut sepanjang dia memberikan return yang baik apa salahnya dan resiko sedikit," kata Firman.

Baca Juga: Masuk Musim Haji, Tabungan Haji Perbankan Menggemuk

Saat ini Firman mengatakan pihaknya akan mempelajari dahulu bagaimana pengelolaan dana haji di BPKH yang sudah berjalan. Apabila pengelolaan saat ini sudah memadai dengan baik maka tak menutup kemungkinan pengelola saat ini akan meneruskannya.

"Kami harus pelajari dulu bagaimana yang eksisting. Kami lihat dulu kalau yang sudah eksisting itu memadai dengan baik kita teruskan aja, tapi sudah tentu dengan beberapa adjustment sesuai dengan kondisi seperti apa," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .