KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan kondisi dana haji tetap aman meski ada potensi pembengkakan biaya akibat tekanan geopolitik global dan fluktuasi nilai tukar. Kepala BPKH Fadlul Imansyah mengatakan, sebagian besar biaya penyelenggaraan ibadah haji sangat dipengaruhi mata uang asing, khususnya dolar Amerika Serikat dan riyal Saudi, yang porsinya mencapai sekitar 80% dari total biaya. Dalam situasi global yang tidak menentu, pergerakan kurs menjadi salah satu risiko utama. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPKH telah menyiapkan cadangan devisa dalam bentuk dolar AS dan riyal Saudi sebelum ketegangan geopolitik meningkat. Selain itu, penyaluran dana juga dilakukan secara bertahap agar kebutuhan pembiayaan tetap terpenuhi tanpa terganggu gejolak nilai tukar.
BPKH Jaga Dana Haji Tetap Aman di Tengah Risiko Pembengkakan Biaya
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan kondisi dana haji tetap aman meski ada potensi pembengkakan biaya akibat tekanan geopolitik global dan fluktuasi nilai tukar. Kepala BPKH Fadlul Imansyah mengatakan, sebagian besar biaya penyelenggaraan ibadah haji sangat dipengaruhi mata uang asing, khususnya dolar Amerika Serikat dan riyal Saudi, yang porsinya mencapai sekitar 80% dari total biaya. Dalam situasi global yang tidak menentu, pergerakan kurs menjadi salah satu risiko utama. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPKH telah menyiapkan cadangan devisa dalam bentuk dolar AS dan riyal Saudi sebelum ketegangan geopolitik meningkat. Selain itu, penyaluran dana juga dilakukan secara bertahap agar kebutuhan pembiayaan tetap terpenuhi tanpa terganggu gejolak nilai tukar.