BPOM AS Tingkatkan Pengawasan Terhadap Bahan Tambahan Pangan



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pengawasan terhadap bahan tambahan pangan sebagai bagian dari inisiatif "Make America Healthy Again" (MAHA) pemerintahan Trump. 

Presiden Donald Trump dan Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) Robert F. Kennedy Jr. telah berupaya mewujudkan beberapa prioritas gerakan MAHA—yang mendukung pencalonan presiden Kennedy pada tahun 2024 dan kemudian membantu memenangkan Trump—seperti membatasi rekomendasi untuk beberapa jenis vaksin anak.

Melansir Reuters, Senin (10/8/2026), FDA pada hari Senin menerbitkan usulan aturan yang mewajibkan produsen makanan untuk memberi tahu badan tersebut ketika mereka menganggap suatu bahan tambahan pangan sebagai "Generally Recognized as Safe" (GRAS) atau secara umum diakui aman, menurut HHS.


Baca Juga: Produksi Minyak OPEC Kembali Naik pada Juli, Dipimpin Produsen Kawasan Teluk

Sejak tahun 1958, perusahaan makanan diizinkan untuk menyatakan sendiri keamanan bahan pangan tanpa melalui tinjauan menyeluruh dari pemerintah. FDA sangat menganjurkan perusahaan untuk memberi tahu badan tersebut mengenai bahan-bahan GRAS baru, namun mereka tidak diwajibkan untuk melakukannya.

Usulan aturan tersebut akan menjadikan pemberitahuan itu sebagai kewajiban dan memperluas daftar inventaris publik terkait pemberitahuan tersebut, kata pihak badan itu.

Aturan ini dibuat untuk "meningkatkan transparansi dan kepercayaan konsumen terhadap pasokan pangan," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Komisaris FDA, Kyle Diamantas, dalam sebuah panggilan dengan wartawan.

"Beralih ke sistem pemberitahuan wajib akan menutup kesenjangan informasi yang telah berlangsung selama beberapa dekade," ujar Diamantas.

HHS dan Departemen Pertanian AS juga telah mengajukan usulan definisi pangan ultra-proses untuk tinjauan akhir, demikian pernyataan pers HHS. Rincian lebih lanjut mengenai definisi tersebut akan disampaikan di kemudian hari, kata Diamantas kepada wartawan. 

Baca Juga: Investor Ritel Menjual Saham SpaceX untuk Pertama Kalinya pada Jumat (7/8)

FDA pada Selasa (11/8/2016) juga berencana merilis panduan mengenai upaya meminimalkan bahaya biologis bagi pihak pengolah produk pertanian segar yang telah dipotong (fresh-cut produce), tambah Diamantas. 

Wabah salmonella dan siklosporiasis yang sedang berlangsung, yang berdampak pada selada dan cabai jalapeno, telah menyebabkan ribuan orang di Amerika Serikat jatuh sakit.