BPS: Bencana di Sumatera Berpotensi Meningkatkan Risiko Gagal Panen Padi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berpotensi meningkatkan risiko gagal panen tanaman padi.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, bencana di tiga wilayah itu menyebabkan sekitar 11,43 persen lahan pertanian yang biasa ditanami padi berpotensi gagal panen.

Bencana tersebut salah satunya disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi pada November 2025 di sebagian besar Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.


"Proporsi potensi gagal panen ini meningkat tajam dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya," ujarnya saat konferensi pers, Senin (5/1/2026).

Standing Crop di Tiga Wilayah

Selain itu, BPS juga mencatat proporsi lahan yang sedang ditanami padi atau standing crop di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November 2025 sebesar 34,63 persen.

Baca Juga: Laporan BPS: Penumpang Transportasi Anjlok Bulanan, Kereta Api Jadi Pengecualian

Luas lahan standing crop ini lebih kecil dibandingkan dengan kondisi November 2024 yang sebesar 36,70 persen.

"Kondisi tersebut di atas berdampak pada luas panen November 2025 dan dapat mempengaruhi potensi luas panen 3 bulan ke depan," ucapnya.

Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) BPS pada November 2025, secara nasional mayoritas lahan pertanian tercatat berada pada fase ditanami padi atau standing crop dengan proporsi mencapai 33,25 persen.

Tumpukan kayu gelondongan yang hanyut dari hulu sungai saat banjir bandang dan longsor melanda Aceh Tamiang sejak Rabu (26/11/2025).

Selain standing crop, BPS mencatat lahan yang ditanami selain padi mencapai 26,26 persen, sementara lahan dalam tahap persiapan sebesar 17,16 persen.

Adapun lahan yang sedang dibererakan atau dibiarkan tercatat sebesar 14,87 persen, lahan yang sedang dipanen 7,19 persen, dan lahan yang berpotensi gagal panen secara nasional sebesar 1,26 persen.

Baca Juga: BPS: Impor Mesin RI dari Tiongkok US$ 77,52 Miliar, Defisit Meningkat

"Pada November 2025 seiring dengan peningkatan proporsi fase standing crop terjadi penurunan lahan yang diberakan atau dibiarkan dan lahan yang ditanami selain padi dibandingkan dengan kondisi Oktober 2025," tuturnya.

Sebagai catatan, BPS menyebutkan tanaman padi pada fase generatif umumnya akan dipanen dalam satu bulan ke depan.

Sementara itu, padi pada fase vegetatif akhir diperkirakan dipanen dalam dua bulan ke depan dan fase vegetatif awal akan dipanen sekitar tiga bulan mendatang.

Selanjutnya: 7 Cara Alami Menambah Energi Tanpa Minum Kopi yang Bisa Anda Coba

Menarik Dibaca: 7 Cara Alami Menambah Energi Tanpa Minum Kopi yang Bisa Anda Coba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News