BPS Catat Deflasi 0,15% pada Januari 2026, Dipicu Penurunan Harga Cabai dan Ayam



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2026 mencatatkan deflasi secara bulanan sebesar 0,15% month to month (MtM), setelah pada bulan sebelumnya mencatatkan inflasi 0,64% MtM.

Angka tersebut sejalan dengan inflasi tahun kalender yang juga berada di level 0,15% year to date (ytd).

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menyampaikan, deflasi tersebut terjadi sejalan dengan terjadinya penurunan harga IHK dari 109,92 pada Desember 2025, turun menjadi 109,75 pada Januari 2026.


Baca Juga: BPS Catat Surplus Neraca Dagang Desember 2025 Menyusut Jadi US$ 2,51 Miliar

“Inflasi bulanan dan tahun kalender (Januari 2026 dibandingkan dengan Desember 2025) akan sama karena perbandingannya sama, jadi saya tidak akan menyampaikan tahunannya karena sama dengan bulanannya,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/2/2026).

Adapun Ateng membeberkan, penyumbang inflasi terbesar pada Januari 2026 adalah makanan, minuman dan tembakau dengan penyumbang deflasi sebesar 1,03% dan andilnya sebesar 0,30%.

Komoditas yang dominan mendorong deflasi pada kelompok ini adalah cabai merah dengan andil deflasi 0,16%, cabai rawit 0,08%, bawang merah 0,07%, daging ayam ras 0,05%, dan telur ayam 0,03%.

Baca Juga: BPS Catat Ekspor Desember 2025 Naik 11,64% Jadi US$ 26,35 Miliar, Ini Pendorongnya

Selanjutnya, komoditas yang menyumbang deflasi adalah bensin dan tarif angkutan udara dengan andil deflasi masing-masing 0,03%.

Adapun terdapat juga komoditas yang memberikan andil inflasi, di antaranya emas perhiasan dengan andil 0,16%, ikan segar 0,06%, serta tomat 0,02%.

Selanjutnya: Capaian BPOM: Rp 50,8 Triliun Diselamatkan dari Pengawasan Obat Makanan

Menarik Dibaca: Promo MonDeal A&W Terbaru: Cheeseburger Gratis Tiap Senin, Hemat hingga Rp 29.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News