BPS Catat Impor RI Melonjak 13,40% Capai US$ US$ 86,51 Miliar Januari-April 2026



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Lonjakan impor bahan baku dan penolong menjadi pendorong utama kenaikan impor Indonesia sepanjang empat bulan pertama 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Januari-April 2026 mencapai US$ 86,51 miliar atau meningkat 13,40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 76,29 miliar.

Kenaikan impor terjadi baik pada kelompok migas maupun nonmigas, seiring meningkatnya kebutuhan industri domestik terhadap bahan baku produksi, mesin, dan produk kimia.


Baca Juga: BPS: Impor RI Naik Jadi US$ 19,21 Miliar pada Maret 2026

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, merinci nilai impor migas sepanjang Januari-April 2026 mencapai US$ 12,93 miliar atau naik 17,58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, nilai impor nonmigas tercatat sebesar US$ 73,58 miliar atau meningkat 12,70% secara tahunan.

Menurut Pudji, kenaikan impor terjadi pada seluruh golongan penggunaan. Namun, peningkatan terbesar berasal dari impor bahan baku dan penolong yang mencapai US$ 61,82 miliar atau naik 11,67% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kelompok ini memberikan andil terbesar terhadap kenaikan impor nasional, yakni sebesar 8,47%. "Penyumbang utama peningkatan impor adalah bahan baku atau penolong," ujar Pudji dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).

Puji menjelaskan, kenaikan impor bahan baku terutama berasal dari komoditas bahan bakar mineral (HS 27), mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85), serta berbagai produk kimia (HS 38).

Baca Juga: Surplus Neraca Dagang Menyempit Ke US$ 2 Miliar per April 2026, Efek Impor Energi

Dari sisi negara asal, peningkatan impor terutama terjadi dari Tiongkok, Australia, negara-negara ASEAN, dan kawasan Uni Eropa. Sebaliknya, impor yang berasal dari Jepang tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pudji menambahkan, tiga kelompok komoditas nonmigas utama yang paling banyak diimpor Indonesia sepanjang Januari-April 2026 adalah mesin dan peralatan mekanis, mesin dan perlengkapan elektrik, serta plastik dan barang dari plastik.

Ketiga kelompok komoditas tersebut menyumbang sekitar 37,37% terhadap total impor nonmigas Indonesia.

Nilai impor mesin dan peralatan mekanis tercatat sebesar US$ 12,67 miliar dengan volume mencapai 1,56 juta ton. Sementara impor mesin dan perlengkapan elektrik mencapai US$ 11,12 miliar dengan volume 870 ribu ton.

Adapun impor plastik dan barang dari plastik mencapai US$ 3,71 miliar dengan volume sebesar 2,34 juta ton.

Baca Juga: Kerugian Minyak Global Capai US$50 Miliar Akibat Perang AS-Iran

BPS menilai peningkatan impor bahan baku, mesin, dan perlengkapan industri menunjukkan aktivitas produksi domestik masih cukup kuat. Namun di sisi lain, lonjakan impor tersebut turut menjadi faktor yang menekan surplus neraca perdagangan Indonesia pada awal tahun 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News