BPS Catat Inflasi Tahunan Maret 2026 Capai 3,48%



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan inflasi tahunan sebesar 3,48% year on year (yoy) pada Maret 2026. Inflasi ini lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 4,76% yoy.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, pada periode tersebut, IHK naik dari 107,22 pada Maret 2025 menjadi 110,95 pada Maret 2026.

Berdasarkan kelompok pengeluaran inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi 7,24% yoy, dengan andil inflasi 1,08% yoy.


“Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok tersebut adalah tarif listrik,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga: BPS Mencatat Inflasi Bulanan Maret 2026 Turun Menjadi 0,41%

Komoditas utama lainnya yang mendorong inflasi tahunan adalah, perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi mencapai 15,32% yoy dan andilnya mencapai 1,02% yoy. Inflasi pada kelompok tersebut utamanya terjadi pada komoditas emas dan perhiasan.

Selanjutnya disumbang oleh komoditas makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi 3,48% yoy dengan andil inflasi 0,99%.

Lebih lanjut, Ateng menjelaskan terkait kondisi inflasi di Maret 2026 yang masih tinggi, meski turun dari bulan sebelumnya.

Alasannya, pada Januari-Februari 2025 terdapat kebijakan diskon tarif listrik oleh pemerintah yang menekan IHK pada periode tersebut.

Baca Juga: BPS Catat Surplus Neraca Perdagangan Mencapai US$ 1,27 Miliar pada Februari 2026

Pada 2025 IHK kembali meningkat seiring berakhirnya diskon tarif listrik bagi pelanggan prabayar. Tetapi diskon tarif listrik bagi pelanggan pasca bayar masih terpengaruh.

Oleh karena itu, tekanan inflasi Maret 2026 lebih rendah dari Januari dan Februari 2026, karena pengaruh low base effect berkurang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News