BPS Catat Kelompok Transportasi Langganan Catat Inflasi Tinggi pada Periode Lebaran



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kelompok transportasi selalu langganan mengalami inflasi tinggi pada momentum Lebaran, kecuali pada tahun 2025 lalu.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, umumnya inflasi pada kelompok ini lebih tinggi pada momentum Lebaran jika dibandingkan awal Ramadan, kecuali untuk tahun 2022 dan 2025.

Pada Maret 2025, kelompok transportasi mencatatkan inflasi sebesar 0,41% month to month (mtm), lebih rendah dari Februari 2026 yang mencatatkan deflasi 0,11% mtm.


Baca Juga: BPS Catat Inflasi Tahunan Maret 2026 Capai 3,48%

“Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah bensin dan tarif angkutan antar kota, dengan andil inflasi terhadap inflasi umum untuk bensin 0,04% mtm, dan angkutan antar kota 0,03% mtm,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).

Ia membeberkan, selain menyumbang inflasi, terdapat juga komoditas dari kelompok ini yang menjadi peredam inflasi, yakni tarif angkutan udara, dengan andil deflasi terhadap inflasi umum sebesar 0,03% mtm.

Lebih lanjut, ia juga membeberkan beberapa komoditas transportasi yang menjadi peredam inflasi. Di antaranya, tarif jalan tol mencatatkan deflasi sebesar 0,87% mtm, tarif angkutan laut, Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) deflasi 3,17% mtm.

Baca Juga: BPS Mencatat Inflasi Bulanan Maret 2026 Turun Menjadi 0,41%

Selanjutnya, tarif angkutan laut mencatatkan deflasi 7,45% mtm, dan tarif kereta api mencatatkan deflasi 3,18% mtm.

Komoditas transportasi tersebut mengalami deflasi atau menjadi peredam inflasi lantaran pemerintah memberikan diskon tarif jalan tol, tarif angkutan laut, ASDP, dan kereta api. Hal ini sejalan dengan program stimulus pemerintah di kuartal I 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: