BPS: Ekspor Indonesia Bulan Februari 2026 Naik 1,01% Menjadi US$ 22,17 Miliar



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja ekspor Indonesia pada Februari 2026 mencapai US$ 22,17 miliar, atau meningkat 1,01% year on year (yoy) bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 21,94 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebutkan, peningkatan kinerja ekspor ini utamanya didorong oleh kinerja ekspor non minyak dan gas (migas).

Di periode tersebut, ekspor non migas Indonesia mencapai US$ 21,09 miliar atau naik 1,30% yoy dari periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 20,82 miliar.


“Secara tahunan nilai ekspor non migas tercatta sebesar US$ 21,09 miliar,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga: PMI Manufaktur Indonesia Turun Tajam pada Maret 2026, Terdampak Konflik Timur Tengah

Sementara itu, nilai ekspor migas tercatat sebesar US$ 1,08 miliar, atau turun 4,25% yoy, dari periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 1,13 miliar.

Ateng membeberkan, nilai ekspor non migas meningkat, utamanya didorong beberapa komoditas utama. Seperti lemak dan minyak hewan nabati (HS 15) naik 16,19% dengan andil 2,17% terhadap peningkatan total ekspor.

Kemudian, didorong nikel dari barang daripadanya (HS 75) naik 74,84% dengan andil 1,84%. Mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85) naik 28,43% dengan andil 1,21%.

Adapun sepanjang Januari hingga Februari 2026, kinerja ekspor mencapai US$ 44,32 miliar, atau naik 2,19% year on year (yoy) dari periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 43,37 miliar.

Baca Juga: Kebijakan WFH dan Pembatasan BBM Berpotensi Menahan Laju Ekonomi Jika Tanpa Stimulus

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News