KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengimpor banyak barang dari Tiongkok atau China. Sepanjang Januari–November 2025, nilai impor nonmigas dari Tiongkok mencapai US$ 77,52 miliar, didominasi oleh mesin serta peralatan mekanis. Besarnya impor dari Tiongkok tersebut turut memberikan tekanan terhadap neraca perdagangan nasional. BPS mencatat, Tiongkok kembali menjadi negara penyumbang defisit terdalam bagi Indonesia, khususnya pada kelompok nonmigas, dengan nilai mencapai minus US$ 19,28 miliar. Sementara secara kumulatif, total defisit dagang RI baik migas dan non migas terhadap Tiongkok tercatat minus US$ 17,74 miliar. Baca Juga: BPS: Inflasi Tahunan Desember 2025 Tercatat 2,92%
BPS: Impor Mesin RI dari Tiongkok US$ 77,52 Miliar, Defisit Meningkat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengimpor banyak barang dari Tiongkok atau China. Sepanjang Januari–November 2025, nilai impor nonmigas dari Tiongkok mencapai US$ 77,52 miliar, didominasi oleh mesin serta peralatan mekanis. Besarnya impor dari Tiongkok tersebut turut memberikan tekanan terhadap neraca perdagangan nasional. BPS mencatat, Tiongkok kembali menjadi negara penyumbang defisit terdalam bagi Indonesia, khususnya pada kelompok nonmigas, dengan nilai mencapai minus US$ 19,28 miliar. Sementara secara kumulatif, total defisit dagang RI baik migas dan non migas terhadap Tiongkok tercatat minus US$ 17,74 miliar. Baca Juga: BPS: Inflasi Tahunan Desember 2025 Tercatat 2,92%