BPS: Inflasi Bulanan Naik Jadi 0,21% Pada Agustus 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan inflasi secara bulanan sebesar 0,21% month to month (mtm) atau meningkat dari bulan sebelumnya yang mencatatkan deflasi 0,14% mtm.

Sementara itu, secara tahunan mencatatkan inflasi sebesar 3,19% year on year (yoy) pada Agustus 2026, atau meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 2,88% yoy. Sementara itu, secara tahun kalender mencatatkan inflasi 1,86% year to date (ytd) atau naik dari bulan sebelumnya sebesar 1,65% ytd.

“Inflasi secara tahunan mencapai 3,19%,” tutur Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).


Baca Juga: Harga BBM Pertamax Turbo, Dexlite & Pertamina Dex Naik Hari Ini (1/9), Pertamax Tetap

Adapun bila dilihat dari kelompok pengeluaran, yang mendorong inflasi bulanan terbesar  terutama pada makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi 0,57% mtm, dan kelompok tersebut memberikan andil inflasi 0,17% mtm.

Sementara itu, komoditas yang dominan mendorong inflasi bulanan pada kelompok makanan minuman, minuman, dan tembakau terutama daging ayam ras dengan andil inflasi 0,17% mtm.

“Kemudian, cabai rawit, ikan segar dan juga beras dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02%. Serta kacang panjang, buncis, jagung manis, ketimun, semangka, sigaret kretek mesin (SKM), dan sigaret putih mesin (SPM) dengan andil inflasi masing-masing 0,01%,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ateng membeberkan, selain makanan, minuman dan tembakau, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,03% mtm, dengan inflasi 0,37%.

Baca Juga: Titik Panas Karhutla Meledak, Jarak Pandang di Kalimantan Cuma 1-2 Km

Inflasi kelompok ini utamanya didorong oleh inflasi kelompok emas dan perhiasan sebesar 0,75% mtm, dan memberikan andil inflasi 0,02% mtm.

Pada Agustus 2026 untuk kelompok transportasi mengalami deflasi 0,50% mtm dengan andil deflasi sebesar 0,06% mtm.  Komoditas yang dominan mendorong deflasi pada kelompok ini utamanya tarif angkutan udara dengan andil deflasi 0,06% mtm, juga bensin dengan andil deflasi 0,03% mtm.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News