BPS: Inflasi Inti April 2026 Naik ke 0,23%, Dipicu Pangan dan Gadget



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi inti pada April 2026 sebesar 0,23% secara bulanan (month to month/mtm), meningkat dibandingkan Maret yang sebesar 0,13%.

Kenaikan ini didorong oleh naiknya harga sejumlah bahan makanan dan barang elektronik seperti gawai.

Baca Juga: Surplus Neraca Dagang Maret 2026 Melonjak, BPS Ungkap Mesin Pendorongnya


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan bahwa beberapa komoditas menjadi penyumbang utama inflasi inti dengan total andil mencapai 0,15% terhadap inflasi bulanan.

“Komoditas yang dominan memberikan andil pada komponen inti antara lain minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, ayam goreng, laptop atau notebook, serta gula pasir,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).

Kenaikan harga komoditas tersebut mencerminkan masih kuatnya permintaan masyarakat, khususnya untuk barang konsumsi dan kebutuhan sehari-hari.

Secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 2,44% dengan kontribusi mencapai 1,56% terhadap inflasi keseluruhan.

Baca Juga: Jumlah Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Jadi 9 Orang, PPIH Jamin Badal Haji

Ateng menambahkan, pendorong utama inflasi inti secara tahunan berasal dari kenaikan harga emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, serta biaya pendidikan seperti kuliah di akademi atau perguruan tinggi.

Dengan demikian, inflasi inti tetap menjadi kontributor utama terhadap inflasi April 2026, baik secara bulanan maupun tahunan, yang ditopang oleh kenaikan harga barang konsumsi dan jasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News