KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan alias
year on year (yoy) pada Desember 2025 sebesar 2,92%. Angka tersebut sejalan dengan inflasi tahun kalender alias year to date (ytd) yang juga berada di level 2,92%. Secara bulanan, inflasi Desember 2025 tercatat 0,64, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama pada tahun lalu.
Baca Juga: BPS Catat Ekspor Indonesia Turun 6,60% Jadi US$ 22,52 Miliar per November 2025 "Terjadi kenaikan indeks harga konsumen atau IHK dari 109,22 pada November 2025 menjadi 109,92 pada Desember 2026," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa di Badan Pusat Statistik BPS Pudji Ismartini dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (5/1/2026). Kenaikan inflasi pada akhir tahun ini mencerminkan meningkatnya permintaan masyarakat, terutama pada kelompok konsumsi tertentu. Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan terutama dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini mencatat inflasi bulanan 1,66% dengan andil inflasi 0,48%, menjadikannya kontributor terbesar terhadap inflasi Desember 2025. Pudji mengatakan pendorong inflasi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau adalah cabai rawit dengan andil inflasi 0,17%, daging ayam ras 0,09%, bawang merah 0,07% dan ikan segar 0,04%, serta telur ayam ras 0,03%. Selain itu, kelompok transportasi turut memberikan tekanan inflasi dengan kenaikan 0,55% dan andil 0,07%, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode libur akhir tahun. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat inflasi relatif tinggi sebesar 1,00% dengan andil 0,07%.
Baca Juga: Pemerintah Rampungkan Revitalisasi 897 Sekolah Terdampak Banjir Sumut Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran mengalami inflasi yang relatif rendah, seperti kesehatan sebesar 0,09%, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,10%, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,13%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News