BPS Klaim Angka Pengangguran Turun, Sinyal Pasar Kerja Membaik ?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan angka pengangguran 7,35 juta orang di bulan November 2025. Jumlah ini turun sekitar 109.000 orang dibandingkan Agustus 2025. 

Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai penurunan ini belum cukup menyimpulkan adanya pemulihan ekonomi di pasar tenaga kerja. 

"Angkanya membaik, tapi skalanya masih terbatas dan sangat sensitif terhadap gejolak ekonomi global maupun domestik," kata Yusuf pada Kontan.co.id, Minggu (8/2/2026). 


Rendy menilai saat ini kondisi riil di dunia usaha belum menunjukkan perbaikan yang maksimal. 

Baca Juga: BPS Catat Kemiskinan Menurun, Indef Ingatkan Risiko Miskin Kembali Masih Tinggi

Menurutnya, ada kenaikan jumlah pekerja formal, tetapi lebih dari separuh tenaga kerja masih berada di sektor informal yang rentan. Selain itu, besaran upah juga cenderung stagnan di sekitar Rp 3,3 juta/bulan. 

Rendy mencatat, banyak lapangan kerja baru sifatnya belum stabil, dan dunia usaha sendiri masih berhati-hati ekspansi. "Artinya, penciptaan kerja lebih bersifat kuantitatif, belum diikuti penguatan produktivitas dan kepastian kerja," ujar Rendy. 

Senada, Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menegaskan bahwa penurunan ini belum sesusai dengan kondisi riil di lapangan terkait pemutusan hubungan kerja (PHK).

Padahal sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat terjadi lonjakan PHK sebesar 13,5% sepanjang tahun 2025. 

Baca Juga: BPS : Sebanyak 52,75% Penduduk Miskin di Indonesia Berada di Pulau Jawa

Selain itu, jika melihat dari kondisi tenaga kerja, saat ini nilai median (nilai tengah) pekerja Indonesia hanya mencapai Rp 2.500.000/bulan. Sementara pemerintah menetapkan garis kemiskinan sebesar Rp 3.053.269 per keluarga per bulan. 

"Dengan kondisi ini, maka sebetulnya gaji buruh/karyawan Indonesia masih di bawah garis kemiskinan.Jadi saya rasa kondisi ketenagakerjaan kita masih belum keluar dari kata sejahtera," ungkapnya. 

Sebelumnya, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut jumlah angka 7,35 juta orang menganggur ini setara dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang turun menjadi sebesar 4,74% per bulan sebelas 2025. 

Apabila dibandingkan dengan bulan Agustus 2025, penurunan TPT pada bulan November 2025 ini tercatat turun sekitar 0,11% basis point. 

Baca Juga: Jadi Tulang Punggung Perekonomian, Konsumsi RT Hanya Tumbuh 4,89% Sepanjang 2025

BPS juga mencatat jumlah angkatan kerja sebanyak 155,27 juta, betambah 1,26 juta dibandingkan Agustus 2025. Jumlah penduduk bekerja juga naik 1,37 juta menjadi 147,91 juta orang pada bulan sebelas tahun lalu. 

Selanjutnya: Festival Kuliner Australia Hadir di Jakarta, Memadukan CIta Rasa Kedua Negara

Menarik Dibaca: 6 Alasan Tidur Bisa Bikin Berat Badan Turun yang Jarang Diketahui

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News